Simpan Kulit Buah Delima dan Gunakan untuk 5 Manfaat Kesehatan Ini

banner 468x60
Kulit buah delima dapat digunakan untuk perawatan kulit, mengatasi batuk, dan banyak lagi! (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Kita semua tahu bahwa buah-buahan seperti delima menyehatkan dan harus dimasukkan dalam menu makanan kita. Begitu pula kulitnya. Cari tahu bagaimana kulit buah delima bermanfaat bagi Anda.

Dikutip dari Healthshots, Minggu (23/11/2025), alam tampaknya memiliki solusi untuk setiap masalah kesehatan yang mungkin dihadapi manusia, dan Ayurveda membantu kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Setiap hari, kita belajar tentang manfaat kesehatan dari satu buah atau herba. Tahukah Anda bahwa kulit buah delima dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan kita? Kita tahu bahwa buah delima sangat lezat dan menyehatkan, tetapi mari kita cari tahu mengapa kita perlu menyimpan kulitnya juga.

Delima memiliki warna merah tua yang kaya dan mengandung biji berwarna merah delima yang sangat lezat untuk dimakan. Buah ini dikenal menyehatkan karena dapat membantu melawan anemia, diare, penyakit jantung, dll. Jadi, kita membuang bijinya dan hanya memakan bagian yang sehat dan lezat. Ternyata kita telah melakukan kesalahan dengan membuang kulitnya.

Manfaat Kulit Delima
Untuk mengetahui manfaat kulit delima, kami menghubungi seorang ahli, Dr. Jeason K. John, yang telah meraih gelar Sarjana Kedokteran dan Bedah Ayurveda dan gelar MD dalam Ayurveda. Beliau menjelaskan bahwa kulit delima memiliki rasa pahit dan sepat, serta dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. “Kulit delima membantu mengurangi pembengkakan, peradangan, diare, disentri, pendarahan, melancarkan pencernaan, dan menyehatkan hati. Kulit delima kaya akan antioksidan dan berfungsi dengan baik sebagai pengawet makanan dan farmasi,” kata Dr. Beliau juga mengatakan bahwa kulit delima sebenarnya lebih sehat daripada bijinya karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat Anda atasi dengan kulit buah delima:

1. Kulit buah delima untuk batuk
“Menurut praktik medis tradisional, kulit buah delima digunakan dalam bentuk bubuk dengan air sebagai obat kumur untuk meredakan sakit tenggorokan dan batuk,” kata Dr. John. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah delima memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengobati batuk dan sakit tenggorokan. Jadi, jika Anda mengalami batuk, cobalah mengonsumsi ekstrak atau bubuk kulit buah delima.

2. Kulit buah delima untuk jerawat
Dr. John mengatakan bahwa “Menurut Ayurveda, kulit buah delima memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan anti-inflamasi. Kandungan antioksidan yang melimpah pada kulit buah delima membantu menangkal penyakit dan bakteri.” Oleh karena itu, kulit buah delima untuk masalah kulit dapat mengatasi masalah kulit seperti ruam, jerawat, dan komedo. Menurut ahli Ayurveda, kulit buah delima dapat membantu mengangkat sel kulit mati dari wajah Anda jika digunakan sebagai masker wajah atau scrub wajah.

3. Kulit Delima untuk Detoksifikasi
“Antioksidan secara agresif melawan zat kimia berbahaya dalam tubuh. Oleh karena itu, kandungan antioksidan yang kuat pada kulit delima menjadikannya alat yang berharga untuk detoksifikasi tubuh,” kata sang ahli. Sebuah penelitian mengklaim bahwa ekstrak kulit delima dapat membantu detoksifikasi. Ekstrak ini diklaim sangat efektif dalam mendetoksifikasi tubuh.

4. Kulit Delima untuk Rambut Rontok dan Ketombe
Menurut sang ahli, kulit delima dapat membantu mencegah ketombe dan melawan kerontokan rambut. Campurkan bubuk kulit delima dengan minyak rambut, lalu gosokkan hingga merata ke akar rambut. Setelah dua jam pengaplikasian, Anda dapat mencuci rambut dengan sampo secukupnya atau membiarkannya semalaman, tergantung selera.

5. Kulit Delima untuk Penyakit Kronis
Kulit delima dapat mengurangi faktor risiko penyakit jangka panjang seperti diabetes dan penyakit jantung. Dr John menarik perhatian kita pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa efek antiperadangan dari 1.000 mg ekstrak kulit buah delima membantu orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan kadar gula darah dan kolesterol mereka. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *