Mengintip Rencana Pembangunan Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai Rp3,3 Triliun di Batang

banner 468x60
Investasi senilai Rp3,334 triliun untuk pembangunan pabrik pengelolaan sampah di Kabupaten Batang, Jateng. (Foto: Dok Pemprov Jateng)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Sebuah pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada akhir 2025. Pembangunan tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai USD200 juta atau sekitar Rp3,334 triliun (kurs saat ini).

Pembangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno belum lama ini.

Dikutip dari paman Pemprov Jateng, Selasa (11/11/2025), kedua perusahaan tersebut akan berkolaborasi membangun pabrik di atas lahan seluas 80 hektare.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyambut baik adanya investasi tersebut. Dengan begitu, akan menjadi pemicu bagi investor lain untuk masuk ke Jawa Tengah. Termasuk investor dari Malaysia. Terlebih sudah ada fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang.

Dengan adanya industri pengelolaan sampah, kata Sumarno, diharapkan mampu membuat lingkungan lebih terjaga.

“Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Director PT Green Java Solution, Nicholas mengatakan, pabrik tersebut mulai dibangun pada Desember 2025. Sedangkan target operasional pada Juni 2026. Pabrik tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.500 orang.

Untuk kapasitas pengolahan, pihaknya terus menjalin komunikasi khususnya kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Diharapkan mampu mengelola limbah mencapai kapasitas 100 juta ton per tahun.

“Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah,” tuturnya.

Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, hadirnya investasi perusahaan dari Malaysia tersebut untuk menjalankan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seusai dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang. Kemudian rencana pembukaan rute penerbangan langsung Semarang-Singapura.

“Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan dan juga tourism (pariwisata) di Jawa Tengah,” ucapnya.

Adanya investasi tersebut, lanjut Kukrit, diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, membuka lapangan pekerjaan, dan memancing investor lain untuk bisa berinvestasi di provinsi ini.

Sebagai informasi, dalam kerja sama tersebut, para pihak sepakat untuk investasi dan pengembangan strategis jangka panjang, dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, dan penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.

Kemitraan itu bertujuan untuk memosisikan kawasan, sebagai pusat keunggulan regional dalam teknologi lingkungan, pengurangan karbon, penghilangan karbon, pemulihan sumber daya, dan infrastruktur hijau yang selaras dengan konsep ESG (Environmental, Social, and Governance). Sekaligus berkontribusi pada tujuan pengelolaan sampah, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular nasional Indonesia. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *