Yang Belum Tahu, Berikut Ini Panduan Shalat Orang Sakit: Shalat Duduk, Berbaring, dan Isyarat Sesuai Sunnah

banner 468x60
Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Shalat tetap wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim selama akal masih sehat, meskipun tubuh dalam keadaan sakit atau lemah. Islam memberi kemudahan dengan membolehkan shalat sambil duduk, berbaring, atau menggunakan isyarat jika tidak mampu berdiri.

Dikutip dari Rumaysho, Senin (29/9/2025), semua ketentuan ini diatur berdasarkan dalil-dalil yang sahih dan kesepakatan para ulama. Dengan memahami panduan ini, orang sakit tetap dapat menunaikan ibadah shalat sesuai kemampuannya dan meraih pahala sempurna.

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah dalam Matan Taqrib berkata:

وَرَكَعَاتُ الْفَرَائِضِ سَبْعَةَ عَشَرَ رَكْعَةً، فِيهَا أَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ سَجْدَةً، وَأَرْبَعٌ وَتِسْعُونَ تَكْبِيرَةً، وَتِسْعُ تَشَهُّدَاتٍ، وَعَشْرُ تَسْلِيمَاتٍ، وَمِائَةٌ وَثَلَاثٌ وَخَمْسُونَ تَسْبِيحَةً، وَجُمْلَةُ الْأَرْكَانِ فِي الصَّلَاةِ مِائَةٌ وَسِتَّةٌ وَعِشْرُونَ رُكْنًا، فِي الصُّبْحِ ثَلَاثُونَ رُكْنًا، وَفِي الْمَغْرِبِ اثْنَانِ وَأَرْبَعُونَ رُكْنًا، وَفِي الرُّبَاعِيَّةِ أَرْبَعَةٌ وَخَمْسُونَ رُكْنًا، وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْقِيَامِ فِي الْفَرِيضَةِ صَلَّى جَالِسًا، وَمَنْ عَجَزَ عَنِ الْجُلُوسِ صَلَّى مُضْطَجِعًا.

Jumlah rakaat shalat fardu adalah tujuh belas rakaat. Di dalamnya terdapat tiga puluh empat sujud, sembilan puluh empat kali takbir, sembilan kali tasyahud, sepuluh kali salam, dan seratus lima puluh tiga kali tasbih.

Jika dihitung jumlah seluruh rukun shalat, totalnya ada seratus dua puluh enam rukun:

– Dalam shalat Subuh: tiga puluh rukun,
– Dalam shalat Magrib: empat puluh dua rukun,
– Dalam shalat yang empat rakaat: lima puluh empat rukun.

Bagi orang yang tidak mampu berdiri ketika shalat fardu, maka ia shalat dalam posisi duduk. Jika tidak mampu duduk, maka ia shalat dalam posisi berbaring.

Penjelasan
Ini berlaku apabila shalat dilakukan dalam keadaan mukim (tidak safar) dan bukan pada hari Jumat. Jika di dalamnya terdapat shalat Jumat, maka jumlah rakaatnya berkurang dua rakaat. Jika shalat tersebut dilakukan dengan qashar (dalam safar), maka berkurang empat atau enam rakaat.

Pernyataan bahwa shalat fardu berjumlah tujuh belas rakaat hingga akhir rincian gerakannya bisa diketahui dengan memperhatikan secara detail, namun tidak banyak faedah besar yang dihasilkan dari hitungan ini. Wallāhu a‘lam. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *