Tak Berkategori  

Ketahui Semua Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Gondongan

banner 468x60
Gondongan dapat menyebabkan pembengkakan pada pipi dan rahang. (Foto: Adobe Stock)

Sukoharjonews.com – Gondongan adalah infeksi menular. Seorang ahli berbagi informasi tentang penyebab gondongan, gejalanya, dan cara pencegahannya.

Dikutip dari Healthshots, Kamis (7/8/2025), gondongan adalah penyakit virus yang memengaruhi kelenjar ludah parotis. Meskipun awalnya hanya gejala ringan seperti sakit kepala, kelelahan, dan demam, pada akhirnya dapat menyebabkan pembengkakan di pipi dan rahang. Gondongan biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga rentan terhadap infeksi ini. Vaksinasi Campak, Gondongan, dan Rubella (MMR) dapat membantu mencegah penyebaran gondongan.

Apa itu gondongan?
Gondongan adalah infeksi virus yang disebabkan oleh paramyxovirus, anggota famili Rubulavirus. Penyakit ini umum terjadi pada anak-anak berusia 5-9 tahun, dan mudah menyebar melalui udara atau droplet, kata dokter Dr. Kiran R Dhake kepada HealthShots.

Penyebab gondongan
Gondongan disebabkan oleh virus gondongan yang termasuk dalam kelompok virus paramiksovirus. Virus ini merupakan sumber infeksi yang umum pada anak-anak. Virus gondongan berpindah dari saluran pernapasan (hidung, mulut, dan tenggorokan) ke kelenjar penghasil air liur yang terletak di kedua sisi wajah (kelenjar parotis). Virus bereplikasi di tempat ini, menyebabkan pembengkakan kelenjar.

Virus ini juga diketahui memasuki cairan yang terdapat di jaringan yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan otak (cairan CSF). Setelah virus masuk ke CSF, virus dapat mencapai bagian tubuh lainnya—pankreas, otak, dan testis pada anak laki-laki dan laki-laki dewasa, serta ovarium pada anak perempuan dan perempuan dewasa.

Bagaimana gondongan menyebar?
Gondongan adalah virus yang ditularkan melalui udara dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan droplet yang terinfeksi dari hidung, mulut, dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan gondongan melalui:

1. Bersin, batuk, atau berbicara—melepaskan droplet kecil ke udara yang dapat dihirup orang lain.
2. Berbagi atau menggunakan benda yang mengandung air liur. Ini dapat mencakup peralatan makan, cangkir, dan mainan, antara lain.
3. Kontak permukaan. Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke Meja, gagang pintu, permukaan kerja, dan papan tombol. Jika orang lain menyentuh benda tersebut segera setelahnya, ada kemungkinan besar virus akan menular.
4. Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi—bermain, berpegangan tangan, berciuman, menari, dll.

Kelompok berisiko tinggi yang rentan terkena gondongan meliputi:

1. Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah/terganggu.
2. Individu yang belum divaksinasi
3. Orang yang tinggal di ruang tertutup—kamp, barak.

Gejala Gondongan
Gejala gondongan biasanya berkembang 12 hingga 24 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Durasi ini dikenal sebagai masa inkubasi.

Gejala gondongan yang paling umum adalah pembengkakan pipi. Hal ini terjadi karena pembengkakan kelenjar ludah, yaitu kelenjar parotis, yang terletak di kedua sisi wajah, tepat di bawah telinga. Pembengkakan ini menyebabkan rasa sakit, nyeri tekan, dan kesulitan menelan.

Gejala gondongan umum sebelum kelenjar pipi membengkak:

1. Demam
2. Sakit kepala
3. Kelelahan
4. Nyeri otot/nyeri sendi
5. Mulut kering
6. Merasa mual
7. Kehilangan nafsu makan

Dalam kondisi yang jarang terjadi, virus gondongan dapat memengaruhi otak, pankreas, testis, dan ovarium. Kondisi ini terjadi pada remaja dan dewasa. Disarankan untuk segera mencari pertolongan medis jika gejala-gejala berikut muncul.

1. Demam tinggi
2. Kaku leher
3. Sakit kepala hebat
4. Bingung
5. Sakit perut
6. Muntah
7. Serangan kejang

Pengobatan gondongan
Protokol pengobatan difokuskan pada peredaan gejala. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dalam beberapa minggu. Langkah-langkah berikut dapat membantu.

1. Istirahat di tempat tidur
2. Obat pereda nyeri yang dijual bebas
3. Banyak minum
4. Kompres dengan bantalan hangat atau dingin untuk menekan kelenjar yang bengkak
5. Makan makanan yang mudah dikunyah
6. Hindari makanan pedas dan berminyak
7. Berkumur dengan air garam

Jika gejala tidak mereda dalam seminggu meskipun telah melakukan langkah-langkah di atas, segera hubungi dokter Anda.

Cara mencegah gondongan
Para ahli merekomendasikan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah gondongan.

1. Kenakan masker atau tutup mulut dengan benar saat batuk atau bersin.
2. Jaga kebersihan tangan secara teratur.
3. Isolasi – Jauhi tempat kerja/sekolah/kampus hingga 5 hari setelah gejala pertama muncul.
4. Vaksinasi MMR. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *