
Sukoharjonews.com – Beberapa negara telah mengambil tindakan terhadap DeepSeek, platform kecerdasan buatan (AI) China, atas kekhawatiran terkait keamanan nasional, privasi data, dan kemungkinan hubungan dengan pemerintah China. Pihak berwenang khawatir bahwa DeepSeek dapat menimbulkan risiko keamanan karena asal-usulnya dan potensi transfer data ke entitas negara China.
Risiko Keamanan Nasional dan Privasi Data
Dikutip dari Gizmochina,Minggu (9/2/2025), DeepSeek telah dilarang di banyak negara terutama karena masalah keamanan dan privasi. Pemerintah khawatir bahwa pemerintah China dapat mengakses data pengguna yang dikumpulkan oleh DeepSeek berdasarkan Undang-Undang Intelijen Nasional China. Ada kekhawatiran atas kurangnya transparansi platform dalam menangani data pengguna, yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan pelanggaran data atau pembagian data yang tidak sah.
Negara mana yang telah melarang DeepSeek
Australia
Australia telah melarang DeepSeek di semua perangkat pemerintah karena risiko keamanan nasional. Departemen Dalam Negeri memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk menghapus DeepSeek, dengan Menteri Dalam Negeri Tony Burke menekankan bahwa larangan tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional Australia.
Korea Selatan
Korea Selatan telah melarang penggunaannya pada perangkat pegawai pemerintah di berbagai kementerian dan lembaga yang dikelola negara karena masalah keamanan dan privasi. Beberapa lembaga pemerintah, termasuk Korea Hydro & Nuclear Power, telah memblokir layanan AI seperti DeepSeek, sementara Komisi Perlindungan Informasi Pribadi negara tersebut sedang menyelidiki bagaimana DeepSeek mengelola data pengguna.
Italia
Italia juga telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi DeepSeek, khususnya terkait pemrosesan data pengguna Italia. Otoritas Perlindungan Data Italia (Garante) memberlakukan pembatasan dan meminta perincian tentang kebijakan data DeepSeek, dengan alasan kurangnya transparansi dalam penanganan data.
Taiwan
Taiwan telah melarang DeepSeek dari semua departemen pemerintah, dengan alasan risiko keamanan nasional, dan telah memblokirnya dari semua jaringan pemerintah.
Amerika Serikat sedang mempertimbangkan larangan
Amerika Serikat belum melarang DeepSeek tetapi sedang mempertimbangkan untuk membatasi penggunaannya. NASA telah memblokir DeepSeek dari sistemnya, dan Angkatan Laut AS telah memperingatkan personelnya agar tidak menggunakan layanan AI tersebut. Selain itu, anggota parlemen AS sedang menyusun rancangan undang-undang untuk melarang DeepSeek pada perangkat milik pemerintah karena masalah keamanan.
Data apa yang dikumpulkan DeepSeek?
Menurut kebijakan privasinya, DeepSeek mengumpulkan informasi pribadi seperti email, nomor telepon, kata sandi, dan tanggal lahir. DeepSeek juga mencatat riwayat obrolan, termasuk interaksi pengguna dengan chatbot. Data teknis seperti alamat IP, pola penekanan tombol, dan detail sistem operasi juga dikumpulkan. Informasi dibagikan dengan penyedia layanan dan mitra periklanan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang berapa lama data disimpan dan siapa yang memiliki akses ke data tersebut.
Bagaimana kebijakan data DeepSeek dibandingkan dengan platform AI lainnya
Praktik pengumpulan data DeepSeek tidaklah unik. Platform AI lainnya seperti ChatGPT milik OpenAI juga mengumpulkan data pengguna. Namun, OpenAI mengikuti peraturan perlindungan data yang lebih ketat di wilayah seperti UE. Pemerintah Barat percaya bahwa OpenAI dapat diatur, sedangkan platform China seperti DeepSeek dianggap sebagai ancaman keamanan langsung.
Bagaimana masa depan DeepSeek?
DeepSeek telah mengubah pasar AI dengan modelnya yang hemat biaya. Sementara GPT-4 OpenAI membutuhkan biaya pelatihan lebih dari USD100 juta atauRp1,6 triliunan, model terbaru DeepSeek dikembangkan dengan biaya kurang dari USD6 juta atau Rp97,6 miliaran. Peningkatan popularitasnya yang pesat bahkan menyebabkan penurunan nilai saham Nvidia sebesar 17%, yang menyebabkan pergeseran signifikan dalam investasi AI global.
Seiring dengan semakin banyaknya pemerintah yang mengevaluasi risiko DeepSeek, larangan tambahan dapat diterapkan. Pemerintah Barat terus menilai implikasi keamanan platform AI China, menekankan kekhawatiran tentang spionase dan akses data yang tidak sah. Kontroversi seputar DeepSeek menyoroti ketegangan yang lebih luas antara pengembangan AI dan kebijakan keamanan nasional di seluruh dunia. (nano)



Facebook Comments