Tak Berkategori  

470 Hektar Sawah Terendam Banjir, 373 Hektar Diantaranya Puso, Petani Dapat Bantuan Benih

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan benih pada petani terdampak banjir di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Sukoharjo, Jumat (5/3/2021).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Hujan deras yang melanda Sukoharjo selama musim hujan ini membuat ratusan hektar sawah terendam. Dari catatan Dinas Pertanian dan Perikanan, total ada 470 hektar lahan sawah yang kebanjiran. Ratusan hektar sawah yang terendam banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari, dan Sukoharjo.



Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti mengatakan, sesuai indentifikasi yang dilakukan petugas, untuk Kecamatan Weru mencapai 100 hektar, rinciannya 65 hektar surut dan 35 hektar puso. Untuk Kecamatan Bulu 180 hektar tergenang dan semuanya puso, Kecamatan Tawangsari 66 hektar tergenang terdiri dari 32 hektar surut dan 34 hektar puso. Untuk Kecamatan Sukoharjo 124 hektar tergenang dan semuanya puso.

“Kondisi tanaman yang mengalami puso rata-rata berumur antara 20-40 hari sehingga petani mengalami kerugian sebesar Rp820,6 juta atau Rp2,2 juta per hektar,” terang Netty.

Untuk meringankan beban petani, dinas mengajukan bantuan benih terdampak bencana ke provinsi melalui aspirasu anggota DPRD Provinsi, Kadarwati untuk lahan seluas 373 hektar (9.325 kilogram). Benih 9.325 kg tersebut akan diserahkan pada petani sekitar 1.178 orang yang tergabung dalam 19 kelompok tani.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan. Untuk Sukoharjo sendiri telah terdampak sehingga mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan dan menimbulkan kerugian bagi petani.

“Beberapa hal yang dapat dilakukan petani seperti pengelolaan tata air irigasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pemilihan varietas padi yang tahan genangan serta ikut Asuransi Usaha Tani Padi,” kata Bupati.

Terkait lahan padi yang puso karena banjir, lanjut Bupati, salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban petani adalah pemberian bantuan benih agar petani dapat melakukan tanam kembali. Selain bantuan benih, pemerintah juga telah menyediakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan perbaikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *