
Sukoharjonews.com – Vivo telah mengumumkan Watch 6 bersamaan dengan jajaran ponsel pintar seri X500 terbarunya, menghadirkan beberapa material kelas atas pada kisaran harga yang relatif terjangkau. Sorotan utama untuk perangkat “wearable” tahun ini adalah penggunaan kaca safir sebagai standar di seluruh lini produk, dimulai dari model dasar yang dibanderol seharga 999 yuan atau Rp2,6 jutaan.
Spesifikasi Vivo Watch 6
Dilansir dari Gizmochina, Minggu (27/9/2026), dari sisi perangkat keras, model dasar dan eSIM standar menggunakan rangka baja tahan karat (stainless steel) 316L dengan bobot 44 gram, sedangkan model premium menggantinya dengan paduan titanium kelas kedirgantaraan TC4, sehingga bobotnya turun menjadi 37 gram. Kedua desain bodi memiliki ketebalan 9,5 mm, belum termasuk tonjolan sensor di bagian belakang.
Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,47 inci dengan “refresh rate” standar 60Hz. Vivo menyatakan bahwa layar ini mampu mencapai tingkat kecerahan puncak lokal sebesar 3.500 nit saat aktivitas olahraga luar ruangan tertentu, dan dapat meredup hingga 2 nit untuk lingkungan minim cahaya. Fitur “always-on display” juga menggunakan “refresh rate” dinamis antara 5Hz dan 30Hz untuk menghemat baterai.
Untuk kebutuhan kebugaran dan navigasi, Vivo menyertakan sistem GNSS lima sistem dengan frekuensi ganda. Perusahaan mengklaim bahwa perangkat keras yang diperbarui ini meningkatkan kecepatan penguncian sinyal satelit sebesar 34% dan akurasi pelacakan jalur sebesar 10%. Perangkat ini juga dilengkapi barometer bawaan dan mendukung peta offline. Jika Anda memilih model eSIM, perangkat ini menggunakan teknologi “passive phased-array” untuk mempertahankan tiga jalur sinyal secara bersamaan pada pita frekuensi L1 dan L5.
Dalam hal pemantauan kesehatan, Vivo Watch 6 dilengkapi sensor detak jantung delapan saluran dan sensor oksigen darah 16 saluran, serta mendukung pemantauan berkelanjutan untuk detak jantung, SpO2, tidur, dan tingkat stres. Vivo mengklaim tingkat akurasi detak jantung rata-rata sebesar 97,2% dalam berbagai skenario olahraga dibandingkan dengan “chest strap” profesional, dan meningkat menjadi 98,5% saat berlari, berjalan, bersepeda, serta mendaki.
Perangkat ini juga mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk analisis teknik berlari dan pelacakan ayunan (swing tracking) untuk olahraga raket. Fitur pemantauan HRV sepanjang hari akan hadir melalui pembaruan OTA di masa mendatang.
Sebagai jam tangan pintar, perangkat ini mencakup fitur-fitur dasar seperti NFC untuk pembayaran dan transportasi umum, dukungan kunci mobil digital, serta asisten AI BlueLM dari Vivo untuk pengingat kontekstual. Versi eSIM dapat menangani panggilan, pesan teks, dan navigasi tanpa perlu terhubung ke ponsel.
Daya tahan baterai bervariasi tergantung pada model dan pengaturan. Vivo memperkirakan versi Bluetooth dapat bertahan selama 10 hari dalam penggunaan normal, atau hingga 21 hari dengan penggunaan ringan. Model eSIM mampu bertahan sekitar tujuh hari saat terhubung ke ponsel, atau empat hari sebagai perangkat mandiri. Mengaktifkan fitur “always-on display” akan membatasi daya tahan baterai hingga sekitar enam hari untuk semua model.
Harga
Jam tangan pintar ini tersedia dalam tiga konfigurasi. Model Bluetooth kelas “entry-level” hadir bersama versi eSIM standar seharga 1.399 yuan atau Rp3,7 jutaan, serta varian eSIM Titanium kelas atas seharga 1.999 yuan atau Rp5,3 jutaan.
Watch 6 tersedia dalam pilihan warna Wilderness dan Moonlight, dengan sentuhan akhir “Natural Color” yang khusus disediakan untuk model Titanium. (nano)














Facebook Comments