
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Beberapa waktu lalu, SMAN 1 Sukoharjo dibobol maling dimana tiga buah handphone di Ruang Mipa hilang di siang bolong. Ada tiga handphone milik siswa yang dibawa kabur. Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polres setelah mendapatkan laporan. Hasilnya, pelaku berhasil dibekuk, yakni Aditya Kleymibi Mestuson alias Lesti, 26, warga Rusunawa Begalon, Laweyan, Solo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, dari pemeriksaan pada pelaku, ternyata kasus tersebut bukan yang pertama. Pasalnya, sudah terdapat 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Solo Raya. Bahkan, pelaku juga seorang residivis karena pernah dihukum dua kali dalam kasus sama. TKP pelaku antara lain lima TKP di Sukoharjo, lima TKP di Boyolali, tujuh TKP di Klaten dan empat TKP di Karanganyar.
“Pelaku ini memang spesialis sekolah-sekolah yang jadi sasaran pencurian, terutama di SMA-SMA. Modusnya dengan menyamar sebagai wali murid dan mencari seseorang di sekolah,” jelasnya, Selasa (11/2/2020).
Dalam kasus pencurian di SMAN 1, lanjut Kapolres, kejadiannya pada 2 Februari 2020 lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga buah HP milik siswa setempat dilaporkan raib, masing-masing HP Oppo A371 warna Gold dan HP Real Me dan HP Oppo F1s. Saat itu HP ditinggalkan dalam ruangan karena tengah berlatih diluar kelas. Polisi kemudian memeriksa kamera CCTV sekolah dan pelaku terekam dalam CCTV tersebut.
Setelah identitas diketahui, polisi lantas melakukan pengejaran dan membekuknya. Pelaku ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya di depan Pegadaian Kabupaten Sukoharjo. Dari tangan pelaju, aparat menyita barang bukti di antaranya sepeda motor Honda Vario Nopol AD 2285 BS, satu buah HP merek Fujitsu Arrows warna hitam, satu buah charger merek Oppo dan satu buah power bank merek Zola warna putih.
Tak hanya itu, dari tangan pelaku juga disita dosbox merek Oppo tipe A37F warna gold, dosbox HP merek Realme 3 warna hitam biru dan dosbox HP merek Oppo tipe F1s warna putih gold beserta HP. Saat diamankan dan dihadapan penyidik, pelaku mengaku juga melancarkan aksi maling HP di sekolah lain di luar Sukoharjo. “Handphone curian tersebut dijual secara online, ada yang fullset ada yang batangan,” ujar Kapolres.
Pelaku Lesti sendiri mengaku hanya mencuri di sekolah-sekolah. Selama ini, sasarannya HP yang ditinggal di ruang kelas. Pelaku yang mengaku pengangguran tersebut menggunakan uang hasil penjualan HP untuk foya-foya. (erlano putra)



Facebook Comments