Tak Berkategori  

Tanam Porang di Bukit Tritis, Desa Bulu, Bupati Ingin Lahan Nonproduktif di Sukoharjo Dimanfaatkan

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengawali penanaman porang di Bukit Tritis Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Jumat (12/11/2021).

Sukoharjonews.com (Bulu) – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo serius mengembangkan budidaya tanaman porang. Bekerjasama dengan Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS), dinas merealisasikan Bukit Porang di Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Penanaman porang pertama dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo, Jumat (12/11/2021).




Dalam kesempatan tersebut Bupati mengapresiasi Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten serta SPPS yang telah menginisiasi Bukit Porang tersebut. “Semoga berhasil memberi motivasi kepada para petani agar memanfaatkan lahannya untuk melaksanakan diversifikasi tanaman dalam rangka peningkatan pendapatan petani sehingga menjadi lebih sejahtera,” ujar Etik.

Dikatakan Etik, porang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan unggulan yang berupa umbi-umbian. Dahulu, tanaman porang digunakan sebagai salah satu alternatif makanan pokok selain beras, namun saat ini porang merupakan salah satu komoditas ekspor yang digunakan untuk kebutuhan industri, kesehatan, kosmetik, dan makanan.

“Porang mengandung zat glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut yang berasal dari ekstrak umbi porang. Karena kandungannya ini, maka porang mempunyai nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Etik, diperlukan peran serta pemerintah, baik kabupaten, provinsi, Kementerian Pertanian, maupun swasta untuk pengembangan porang di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu karena keterbatasan anggaran yang ada sehingga bantuan dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani pembudidaya porang hanya berupa pupuk.


Ke depan, ujar Etik, Pemkab Sukoharjo akan berusaha mensinergikan anggaran dengan pemerintah pusat untuk membantu petani porang dalam peningkatan kemampuan kapasitas baik dalam berbudidaya, mengolah, dan memasarkan hasil panen porang agar memenuhi standar ekspor. Jika hal itu bisa terwujud otomatis dapat mengangkat komoditas porang menjadi komoditas andalan di Kabupaten Sukoharjo yang menjanjikan kesejahteraan bagi petani yang menanam.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan jika penanaman porang di Bukit Tritis Desa Kamal, Kecamatan Bulu berawal dari diskusi dengan komunitas Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS) beberapa waktu lalu. Dalam diskusi tersebut SPPS menyampaikan informasi terkait budidaya porang di Sukoharjo.

“Dalam diskusi tersebut, SPPS ingin membuat porang menjadi ikon Sukoharjo dan didukung oleh dinas serta pemerintah daerah hingga akhirnya membuat konsep Buking Porang di Desa Kamal ini,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Bagas, Bukit Porang tersebut akan dijadikan pusat belajar budidaya porang yang akan dikelola SPPS bersama dinas. Harapannya, masyarakat yang tertarik untuk budidaya porang dapat mendapat ilmu sekaligus belajar di Bukit Porang. Lahan di Bukit Tritis, Desa Kamal tersebut mencapai 10 hektar dan yang dimanfaatkan untuk menanam porang baru satu hektar.

“Dinas tidak hanya memfasilitasi penanaman saja, tapi akan mengawal hingga pemasarannya, termasuk memfasilutasi untuk pengolahannya,” tambahnya. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *