Ragam  

Tahun ini, Petani Kembali Digelontor Bantuan 44 Alat Mesin Pertanian

Kabupaten Sukoharjo kembali mendapat bantuan 44 alsintan dari pemerintah pusat tahun ini.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern terus diupayakan oleh pemerintah. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pun terus diberikan untuk petani melalui Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Kabupaten Sukoharjo sebagai penyangga pangan di Jateng tak luput dari bantuan alsintan dari pemerintah pusat. Tahun ini, Pemkab Sukoharjo menerima sebanyak 44 unit alsintan.



“Setiap tahun Sukoharjo selalu mendapat alokasi bantuan alsintan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, Rabu (23/10).

Netty melanjutkan, alsintan tersebut langsung didistribusikan pada petani melalui Poktan maupun Gapoktan di wilayah Sukoharjo. Penyaluran sendiri dilakukan secara proporsional disesuaikan dengan luasan lahan pertanian di setiap wilayah. Selain itu, ada juga yang berdasarkan ajuan atau proposal dari Poktan maupun Gapoktan.

Disinggung jenis 44 alsintan yang diterima tahun ini, diakatakan Netty terdiri dari traktor roda dua 28 unit, traktor roda empat delapan unit, dan pompa air sebanyak 8 unit. Sebagian alsintan tersebut sudah didistribusikan pada Poktan maupun Gapoktan dalam acara tanam padi di Desa Sapen, Mojolaban, beberapa waktu lalu oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya.

“Saat ini, meski masih musim kemarau, petani di sejumlah wilayah tetap tanam padi karena bisa mencari alternatif sumber air. Hal itulah yang harus dilakukan petani saat irigasi teknis seperti Dam Colo sedang ditutup,” katanya.

Untuk “standing crop” atau posisi tanam hingga akhir September, ujar Netty, tercatat seluas 11.934 hektar. Terdiri dari tanaman padi seluas 10.914 hektar, palawija 711 hektar, hortikultura 148 hektar, dan perkebunan 167 hektar. Untuk bulan Oktober ini, ujar Netty, potensi sawah beririgasi masih terdapat lahan seluas 1.535 hektar yang bisa ditanami dengan catatan petani bisa mencari sumber air alternatif.

“Kami sudah mengajukan bantuan pengembangan sumber air ke Kementerian Pertanian, namun karena keterbatasan anggaran, belum semua kebutuhan terpenuhi,” tambahnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *