Tak Berkategori  

Sony Merilis Access Controller Baru PS5 untuk Aksesibilitas yang Lebih Baik

banner 468x60
Sony Access Controller AKA Proyek Leonardo. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Sony telah meluncurkan pengontrol baru untuk PlayStation 5. Tapi ini bukan sekadar pengontrol PS5 DualSense baru. Pengontrol Akses baru diumumkan untuk memungkinkan aksesibilitas video game yang lebih baik, berikut semua detailnya.


Dilansir dari Gizmochina, Selasa (12/12/2023), beberapa tahun yang lalu, Microsoft meluncurkan Xbox Adaptive Controller untuk membantu pemain penyandang disabilitas mendapatkan pengalaman bermain game yang lebih baik dan lebih mudah diakses. Kini, raksasa teknologi asal Jepang tersebut telah merilis Access Controller untuk PlayStation 5. Seperti namanya, periferal baru ini juga dibuat untuk para gamer dengan beragam kebutuhan.

Sony Access Controller tersedia untuk pre-order kembali dari situs resmi PlayStation. Kontrol baru diluncurkan dengan stik analog yang dapat disesuaikan, yang dapat disesuaikan melalui penggeser. Bahkan dilengkapi dengan lubang di dasar pengontrol yang memungkinkan Anda mengencangkannya dan menghindari terjatuh secara tidak sengaja.


Untuk meningkatkan personalisasi, semua tutup tombol pengontrol dapat ditukar. Jadi seseorang dapat menyesuaikannya dengan kebutuhannya sendiri. Sony mengembangkan Access Controller bekerja sama dengan AbleGamers, yang merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dalam game.

Menariknya, produk tersebut hanya hadir dengan satu joystick dan merek tersebut merekomendasikan pembeli untuk mendapatkan dua Pengontrol Akses secara bersamaan. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan DualSense atau joystick kedua melalui salah satu dari empat port ekspansi pengontrol.


Pengontrol Akses tersedia untuk dibeli di AS, Eropa, dan Inggris dengan harga masing-masing USD89,99 atau Rp1,4 jutaan, 89,99 Euro atau Rp1,5 jutaan, dan 79,99 Poundatau Rp1,5 jutaan. Dalam beberapa tahun terakhir, aksesibilitas telah menjadi fokus utama dalam game.

Beberapa game bahkan sudah mulai menghadirkan lebih banyak fitur aksesibilitas. Contoh yang bagus adalah Forza Motorsport, yang memperkenalkan perintah Audio dalam game yang memungkinkan gamer tunanetra memainkan game tersebut menggunakan perintah suara. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *