Soft Launching Mal Pelayanan Publik Sukoharjo, Ada 32 Instansi Pelayanan Bergabung

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau stan layanan di MPP Sevaka Bhakti Wijaya usai “soft launching”, Kamis (2/5/2022).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Pemkab Sukoharjo menggelar “Soft Launching” Mal Pelayanan Publik (MPP) yang diberinama Sevaka Bhakti Wijaya, Kamis (2/6/2022). Tercatat, ada 32 instansi pelayanan yang bergabung di MPP Sukoharjo. Instansi tersebut selain dari internal Pemkab Sukoharjo juga berasal dari luar Pemkab.


“Dengan soft launching MPP ini diharapkan akan memudahkan masyarakat terkait layanan karena terpusat di satu lokasi,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPPMPTSP), Roni Wicaksono.

Dikatakan Roni, 32 instansi yang bergabung di MPP merupakan instansi yang memiliki pelayanan pada masyarakat. Untuk instansi internal Pemkab, selain DPMPTSP sendiri juga ada Dispendukcapil, Badan Keuangan Daerah untuk layanan PBB, DPUPR, Dinas Perhubungan (Dishub), dan lainnya.

Untuk instansi luar Pemkab, antara lain Polres, Kejari, Samsat. Bank Jateng, BRI, Kantor Pajak, BPOM Solo, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, BPN, Jasa Raharja, Pos, Pegadaian, dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan hadirnya MPP tersebut merupakan bagian dari mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi bikokrasi.

Selain itu, penyelenggaraan MPP bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pbulik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terintegrasi.

“Rencananya Grand Opening akan dilakukan bulan Juli nanti, saya berharap setelah soft launching ini MPP bisa memberikan pelayanan dan melakkan evaluasi. Sehingga saat sudah grand opening tidak ada kendala,” ujar Etik.

Menurutnya, pemetaan persoalan yang ada penting untuk diketahui dan dilakukan evaluasi. Tujuannya agar segala kekurangan yang ada dapat diketahui, termasuk kendalanya apa saja dan dicari solusinya.

“Saya harap hadirnya MPP ini pelayanan publik dapat lebih mudah dan efisien. Karena semua layanan dalam satu lokasi sehingga memudahkan masyarakat,” kata Etik lagi.

Seperti diketahui, pembangunan gedung MPP tersebut dilakukan oleh PT Pulung Manunggal Abadi dari Semarang dengan nilai kontrak Rp18,385 miliar. Pembangunan Gedung MPP tersebut menempati lahan bekas Kantor Satpol PP, Kantor DPPKBP3A, serta bekas Kantor Bidang Pendapatan BKD.

Pembangunan fisik gedung MPP sendiri selesai akhir tahun 2021 dan tahun ini dinggarlan untuk sarana prasana mebeler serta perlengkapan penunjang lainnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.