PKKMB Luring, Rektor Univet Bantara Sukoharjo Sambut Mahasiswa Baru

Rektor Univet Bantara Sukoharjo bersama Wakil Rektor saat dikenalkan dengan mahasiswa baru dalam acara PKKMB, Jumat (23/9/2022).

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo memasuki hari ketiga, Jumat (23/9/2022). PPKMB digelar tiga hari 21-23 September 2022 dimana dua hari awal digelar secara daring melalui aplikasi zoom.


Untuk tahun ajaran baru 2022 ini, Univet Bantara Sukoharjo menerima 1.551 mahasiswa yang terdiri dari 968 mahasiswa S1, 38 mahasiswa S2, dan 545 mahasiswa profesi PPG. “Alhamdullilah tahun ini ada kenaikan jumlah mahasiswa yang masuk ke Univet,” ungkap Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof Farida Nugrahani usai berkenalan dengan mahasiswa baru.

Menurutnya, kenaikan jumlah mahasiswa salah satunya karena pandemi corona yang mereda. “Jadi, saat sebelum pandemi dan masuk pandemi ada penurunan, dan tahun ini mulai naik lagi, bangkit lagi dan saya harap terus naik karena saat ini belum maksimal,” ujarnya.

Prof Farida menyadari Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) belum maksimal karena masih memiliki target yang kebih besar lagi. Selain karena kondisi perekonomian masyarakat yang belum pulih 100%, juka karena Univet yang mantan IKIP menjadikan sejumlah program studi yang ditawarkan kurang diterima masyarakat.

“Saya punya program membuka prodi baru dan tahun depan saya harap sudah bisa menerima mahasiswa baru,” ujarnya.

Diharapkan dengan prodi-prodi baru tersebut akan lebih bisa diterima masyarakat. Pasalnya, saat ini lapangan pekerjaan yang ada itu sudah beda dengan prodi yang ada. Hal itu sudah disampaikan ke Direktur Kelembagaan dan direspon positif dan akan dikaji dan mungkin dibuatkan regulasi.

Regulasi yang dimaksud adalah namanya diekspor atau diganti, misal yang biologi jadi IPA. Jadi, ujar Prof Farida, Univet punya dua opsi, mengganti atau buka baru dan Univet lebih memilih mengganti karena tidak harus memulai dari nol.

“Masalah ini sama, dialami oleh semua perguruan tinggi mantan IKIP. Prodi-prodi yang ada sudah tidak support denga lapangan pekerjaan yang ada saat ini sehingga kurang diminati,” ungkapnya.

“Mahasiswa FKIP itu pengennya lulus jadi guru, PNS, begitu kan. Tapi, berapapun mahasiswa baru yang masuk, kami tetap bersyukur,” tambah Prof Farida. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.