Tak Berkategori  

Petani Milenial Dideklarasikan, Upaya Sukoharjo Meregenerasi Petani

banner 468x60
Deklarasi Gerbang Tami Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja, Kamis (19/5/2022).

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami) Kabupaten Sukoharjo resmi dideklarasikan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (19/5/2022). Deklarasi Gerbang Tami dalam upaya Kabupaten Sukoharjo untuk meregenerasi usia petani yang saat ini didominasi petani berusia tua.


Deklarasu tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa, dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Terlihat hadir juga pejabat dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan Gerbang Tami merupakan bantuan dari outout pendidikan dan pelatihan yang dia ikuti dimana peserta harus bisa membuat kebijakan strategis yang mampu menjawab pokok masalah daerah.

“Program Gerbang Tami ini dipastikan akan terus dilaksanakan untuk bisa menjawab pokok masalah karena langsung dimentori Bupati,” ujarnya.

Menurutnya, dalam rangka melaksanakan projek perubahan melalui Gerbang Tami tersebut, sudah dibentuk tim efektif dan rutin menggelar Forum Group Discussion” (FGD) baik internal maupun eksternal untuk menjaring masukan terkait proyek perubahan tersebut.

Saat ini, ujar Bagas, sudah ada payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Pembinaan Petani Milenial. Perbup tersebut baru di Sukoharjo dan akan menjawab mengenai SDM pokok masalah di daerah. Terlebih lagi, saat ini Sukoharjo tengah menjalankan program IP 400 dan jari percontohan nasional.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengaku bangga dengan program Gerbang Tami karena saat ini banyak petani yang berusia tua dan minim petani muda. Harapannya dengan Gerbang Tami akan terjadi regenerasi petani sehingga pertanian di Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan modern.



Etik mengatakan, sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Kondisi riil saat ini, lanjutnya, masih terdapat ketimpangan jumlah antara petani muda dengan petani tua.

“Di Kabupaten Sukoharjo sendiri hanya terdapat sekitar 7,3% petani muda dan sisanya adalah petani tua,” ujarnya.

Menurutnya, agar percepatan peningkatan peran petani muda di bidang pertanian dapat segera tercapai, maka perlu membangun sinergitas antar petani milenial dalam wadah berupa Jaringan Petani Milenial Kabupaten Sukoharjo. Melalui jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat untuk berkomunikasi, bertukar informasi da menjadi saeana koloborasi antar petani milenial lintas komoditas.

Etik mengapresiasi proyek perubahan yang digagas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo tentang sinergitas peningkatan SDM petani milenial melalui Gerbang Tami.

“Saya harap melalui proyek perubahan ini dapat menularkan semangat bertani di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo. Mampu mengimplementasikan keilmuan dan kemampuanna untuk keyayaan pertanian di Sukoharjo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanuan BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyatakan dukungannya terhadap Gerbang Tami Sukoharjo. Pasalnya, petani milenial salah satu program utama Kementan.

“Saat ini sudah ada forum petani milenial di seluruh Indonesia. Ada korwil-korwil di tingkat provinsi. Saya sangat mendukung program petani milenial melalui aksi perubahan di daerah,” ujarnya.

Idha juga menyampaikan diperlukan MoU antara Bupati dengan BPPSDMP untuk pelaksanaan pelatihan, magang, dan lainnya. Dia berharap MoU tersebut segera dapat diwujudkan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *