Perjelas Status, Univet Bantara Sukoharjo Gelar Uji Kompetensi Tenaga Kependidikan

Ketua YPPP Univet Bantara Sukoharjo, Bambang Margono bersama Rektor Prof Farida Nugrahani menyaksikan penandatanganan SK pengangkatan tenaga kependidikan, Jumat (17/6/2022)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), Univet Bantara Sukoharjo melakukan uji kompetensi terhadap tenaga kependidikan. Karyawan yang lolos kemudian mendapatkan SK pengangkatan sebagai pegawai tetap sesuai tingkatannya. Tanda tangan dan penyerahan SK di lakukan di Lantai 3 Gedung H, Jumat (17/6/2022).


Ketua Tim Uji Kompetensi yang juga Wakil Rektor 2, Yos Wahyu Harinta menjelaskan, proses uji kompetensi dimulai sejak 10 Mei 2022 dan dilakukan pada seluruh pegawai. Uji kompetensi sendiri dilakukan karena selama ini banyak pegawai yang statusnya tidak jelas.

“Ada yang SK Yayasan, SK Rektor, SK Wakil Rektor, SK Dekan, ada SK yang sudah kedaluwarsa, bahkan ada yang tanpa SK dan mendapat gaji,” jelasnya.

Dalam upaya meningkatkan SDM dan memperjelas status, rektor dan yayasan menggelar uji kompetensi utk memperjelas status karyawan yang sudah bekerja di Univet Bantara. Pegawai yang lolos ada 26 orang yang terdiri dari kategori K1/calon pegawai, K2 Tenaga Kontrak Perjanjian Kerja, dan K3 outsourching.

Yos Wahyu juga menyampaikan, Univet juga mengatur usia pensiun untuk tenaga kependidikan, yakni 58 tahun. SK tersebut berdurasi satu tahun dan akan dievaluasi setiap tiga bulan.

Sedangkan Rektor Univet Sukoharjo, Prof Farida Nugrahani, menyampaikan bahwa institusi dan yayasan selaku bersinergi agar Univet diselenggarakan lebih baik dan maju. Menurutnya, dengan persetujuan yayasan, dibawah kepemimpinannya melakukan uji kompetensi untuk memperjelas status dosen, karyawan, dan mahasiswa.

“Hal itu harus dilakuian agar Perguruan Tinggi semakin sehat harus diatur dengan baik sesuai regulasi yang ada,” ujarnya.

Menurut Prof Farida, agenda bersih-bersih dan penataan belum selesai karena masih ada satu tahap lagi. Menurutnya, upaya memperjelas status tersebut harus dilakukan agar status pegawau tidak remang-remang lagi. Terlebih lagi, ada penilaian untuk Indek Kinerja Utama Perguruan Tinggi dimana penilaian antara lain meliputi kecukupan tenaga kependidikan (tendik), status tendik, kesejahteraan tendik, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Univet Bantara Sukoharjo, Bambang Margono, menyampaikan pemberian SK pada tenaga kependidikan dilakukan setelah melalui diskusi panjang dengan universitas.

“Dengan penandatanganan dan penyerahan SK ini, yayasan hanya menuntut pekerjaan yang baik dan membawa Univet maju dan berkembang ditengah persaingan makin berat. Tapi kita tidak boleh pesimistis,” ujarnya.

Bambang juga mengatakan, dengan SK pengangkatan tersebut maka status pegawai ada kejelasan. Untuk itu, dengan SK tersebut diharapkan semakin memotivasi kinerja sehingga menjadi lebih baik lagi.

“Jangan berpuas diri dengan SK ini karena pegawai dituntut untuk bekerja keras dan membuktikan diri. Bekerja keras membangun kepercayaan masyarakat sehingga mau bergabung dengan Univet,” pesan Bambang. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.