Tak Berkategori  

Pembangunan Asrama Haji Yogyakarta di Kulon Progo Dapat Lampu Hijau DPR

banner 468x60
Ilustrasi Asarama Haji Yogyakarta. (Foto: Kemenag)

Sukoharjonews.com (Kulon Progo) – Wacana pembangunan Asrama Haji Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo semakin mendekati kenyataan. Pasalnya, DPR RI memberikan lampu hijau terkait wacana tersebut karena akan memberikan kenyamanan kepada jemaah haji.

Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej menjelaskan, berdasar studi kelayakan jumlah Kloter Solo (SOC) yang mencapai 95 kloter perlu dipecah agar semakin menambah kenyamanan bagi jemaah.

“Urgensi keberadaan Asrama Haji Kulon Progo sebagai optimalisasi pemanfaatan Bandara YIA, juga dukungan lahan dari Kraton berupa surat palilah lahan seluas 7 hektar, dukungan pemerintah setempat, dan penciptaan aset milik negara yang produktif,” jelas Ahmad Bahiej, dikutip dari laman Kemenag, Minggu (13/7/2025).

Ia melanjutkan, untuk syarat embarkasi yang minimal 4.000 jemaah, akan ditambah jemaah dari wilayah eks Karisedenan Kedu dan Banyumas.

“Ditambah jemaah DIY, sehingga dapat mencapai 12.017 jamaah atau 31 kloter. Bandara YIA pun sudah sangat siap melayani penerbangan langsung menuju Jeddah,” papar Bahiej.

Ia menambahkan, seraya menunggu pembangunan asrama haji, maka solusi jangka pendek yang dapat diambil adalah Embarkasi Haji Berbasis Hotel.

“Alhamdulillah, sudah divisitasi Ditjen PHU bahwa hotel-hotel sekitar YIA dinilai layak dan memenuhi kapasitas yang dibutuhkan,” terang Bahiej.

Menurutnya, pemeriksaan imigrasi dan Bea Cukai dilakukan di bandara, pemeriksaan kesehatan sebagai rujukan dapat dilakukan di Puskesmas Temon I, dan perjalanan dari hotel menuju Bandara YIA maksimal hanya 5 menit,” rinci Bahiej.

“Bahkan yang membuat semakin nyaman jemaah, saat fase kepulangan, bus-bus dari daerah dapat langsung masuk ke bandara,” ucapnya.

Sementara itu, Dirjen PHU Hilman Latief menyebut, sejauh ini di Pulau Jawa memang belum ada Embarkasi Berbasis Kawasan, semua masih provinsi.

“Maka ke depan bukan hanya DIY, tapi juga Jawa Tengah akan kita lakukan embarkasi berbasis kawasan, tapi juga hal ini menjadi tanggung jawab Badan Penyelenggara Haji di tahun depan,” jelas Hilman.

Menurutnya, Embarkasi Berbasis Hotel sangat mungkin karena asrama haji di Indonesia seluruhnya memiliki beban operasional yang tinggi. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *