
Sukoharjonews.com (Grogol) – Gunung Merapi kembali erupsi, Selasa (3/3/2020) pagi. Erupsi tersebut membawa dampak hujan abu di sebagian wilayah Sukoharjo. Kecamatan yang mengalami hujan abu antara lain Kecamatan Kartasura, Gatak, Baki, Grogol, dan Sukoharjo. Intensitas hujan abu sendiri bervariasi. Hujan abu yang cukup tebal terjadi di Gatak, Kartasura dan Grogol.
“Hujan abu mulai turun sekitar pukul 07.30 WIB. Awalnya hanya tipis, tapi lama kelamaan semakin tebal,” ujar Wahyu Ibadi, 40, warga Gumpang, Kartasura.
Saat ini, hingga pukul 10.40 WIB hujan abu masih terjadi. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah menggunakan masker agar tidak menghirup abu vulkanik secara langsung. Jalan-jalan pun terlihat memutih akibat abu, begitu juga mobil atau sepeda motor terlihat terkena abu vulkanik yang berwarna putih keabuan tersebut.
Hal senada diungkapkan Gunawan, warga Madegondo, Grogol. Menurutnya, hujan abu tersebut membuat aktivitas di luar rumah tidak nyaman. Hartono mengaku hujan abu mulai terlihat sejak pukul 08.00 WIB. Menurutnya, pada pukul 06.30 WIB saat dirinya mengantar anak ke sekolah, hujan abu belum terjadi di wilayah Grogol. “Saat ngantar anak sekolah tadi belum ada, hujan abu baru muncul agak siang sekitar pukul 08.00 WIB,” ujarnya.
Seperti diketahui, Gunung Merapi mengalami erupsi sekitar pukul 05.22 WIB. Hujan abu vulkanik yang melanda sebagian wilayah Sukoharjo sisi utara karena arah angin ke utara membawa material abu vulkanik ke arah Kabupaten Klaten dan Boyolali dan juga sebagian Sukoharjo. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto membenarkan adanya hujan abu di sebagian wilayah Sukoharjo.
Menurut Sri Maryanto, hujan abu terjadi di sisi utara. Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk membekali diri dengan masker atau penutup wajah lainnya agar tidak menghirup abu vulkanik secara langsung. Hal itu untuk menghindari munculnya gangguan pernafasan dan lainnya. (erlano putra)


Facebook Comments