Ragam  

Mengikuti Kunjungan Kerja DPRD Sukoharjo ke Nusa Tenggara Timur (3-Habis)

Kabupaten Manggarai Barat, Menggali Informasi Sektor Pariwisata dan PAD

Ketua Komisi 3 DPRD Sukoharjo, Dahono Marlianto dan Ketua Komisi 2, Timbul Darmanto saat bertukar cinderatama dengan Ketua DPRD Manggarai Barat, Blasius Jeramun.

Sukoharjonews.com (Manggarai Barat) – Hari ketiga kunjungan kerja (Kunker) Komisi 2 dan 3 DPRD Sukoharjo sampai di Kabupaten Manggarai Barat (Magar). Sama halnya dengan Kabupaten Manggarai Timur, kabupaten ini juga hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai tahun 2004. Meski sebagai kabupaten pemekaran, Kabupaten Magar memiliki sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni dari sektor pariwisata. Pasalnya, Pulau Komodo masuk dalam wilayah Kabupaten Magar.



Rombongan Komisi 2 dan 3 sendiri mengunjungi DPRD Manggarai Barat dan ditemui oleh Ketua DPRD, Blasius Jeramun dan Sekretaris DPRD Aleksius Sariyono. Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi 3 DPRD Sukoharjo, Dahono Marlianto menyampaikan, saat ini Pulau Komodo menjadi perhatian dunia sehingga pengunjung wisatawan baik internasional maupun domestik sangat tinggi.

“Kami tertarik dengan sektor pariwisata di Manggarai Barat ini karena untuk Sukoharjo sendiri sangat minim dengan destinasi wisata,” ujar Dahono didampingi Ketua Komisi 2, Timbul Darmanto.

Saat ini, ujar politisi PDIP tersebut, saat ini sumber PAD utama di Sukoharjo masih dari sektor pajak. Untuk itu, dibutuhkan ekplorasi dari sektor lainnya untuk mendongkrak PAD dan yang perlu menjadi perhatian adalah sektor pariwisata. Dahono lantas menyebut objek wisata Batu Seribu yang perlu dikembangkan. Untuk itulah dari kunker tersebut bisa menggali ilmu dari Manggarai Barat terkait pengembangan sektor pariwisata.

Terkait hal itu, Blasius membenarkan jika Kabupaten Magar menjadi destinasi wisata yang luar biasa. Menurutnya, ada tiga pulau yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan. Masing-masing Pulau Padar, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca. Bahkan, Pulau Komodo oleh Presiden Jokowi telah dijadikan sebagai salah satu empat destinasi wisata prioritas di Indonesia.

Kunker Komisi 2 dan 3 DPRD Sukoharjo ke DPRD Manggarai Barat.

“PAD dari wisata selama ini totalnya mencapai Rp165 miliar dan teratas di NTT. Tentunya juga kontribusi dari hotel, restoran, dan lainnya,” ujarnya.

Blasius juga mengatakan, dari Kunker Komisi 2 dan 3 DPRD Sukoharjo tersebut, selain menjalin tali silaturahmi juga sebagai ajang tukar menukar informasi demi kemajuan daerah. Pasalnya, Kabupaten Manggarai Barat juga masih membutuhkan banyak perhatian guna mengembangkan daerah. “Soal PAD jelas masih kalah dengan Sukoharjo, untuk itu kami terus berupaya untuk membangun daerah agar mampu mengejar daerah lain,” kata Blasius.

Sedangkan Ketua Komisi 2 DPRD Sukoharjo, Timbul Darmanto mengatakan, dengan Kunker di tiga kabupaten NTT tersebut diharapkan bisa menjaring berbagai informasi yang bisa diterapkan di Sukoharjo. Salah satunya mengenai PAD yang dibidangi oleh Komisi 2. Menurutnya, dalam rangka menggenjot PAD, Sukoharjo perlu mencari dan menggali banyak informasi dari daerah lain.

“Selama ini PAD Sukoharjo memang terus naik, tapi sumber utama mash mengandalkan pajak dan retribusi. Untuk itu peru digali potensi-potensi lainnya. Dengan Kunker ini diharapkan bisa mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan,” paparnya. (sumarno)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *