Mengenal Mbah Sri Wahono Margo Prayoga, Naik Sepeda Onthel Keliling Indonesia Sejak 1971

Sri Wahono Margo Prayoga berhasil keliling Indonesia dengan naik sepeda onthel. Perjalanan keliling Indonesia tersebut dia catat dalam 13 buku.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Namanya Sri Wahono Margo Prayoga, 74, warga Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo. Rambutnya sudah putih, namun semangatnya masih tinggi meski usianya tidak muda lagi. Mbah Wahono ini beda dengan kebanyakan kakek-kakek karena memiliki pengalaman luar biasa yang tidak dimiliki oleh warga lainnya. Ya, Mbah Wahono ini sudah keliling Indonesia hanya dengan menaiki sepeda onthel. Keliling Indonesia tersebut dimulai oleh Wahono tahun 1971. Yang lebih lagi, perjalanan keliling Indonesia tersebut terarsip dengan lengkap.



Saat berkunjung ke Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sukoharjo, Mbah Wahono terlihat naik sepeda onthelnya. Mengenakan baju krem lengan panjang yang sudah mulai lusuh, Mbah Wahono dengan semangat menunjukkan 13 buku catatan miliknya, bukti perjalanannnya keliling Indonesia. Laki-laki kelahiran 1945 tersebut mengaku perjalanan keliling Indonesia dimulai saat usianya 19 tahun dengan “ngonthel” ke Jakarta.

“Waktu itu perjalanan dengan sepeda onthel ke Jakarta butuh waktu dua hari dua malam. Saat tiba di Jakarta itulah kemudian muncul tekat untuk keliling Indonesia dengan bersepeda,” ujarnya, Jumat (1/10).

Mbah Wahono mengaku tidak punya bekal uang cukup untuk perjalanan tersebut. Dia mengaku hanya punya modal memiliki keahlian memijat. Setelah dari Jakarta, perjalanan kelilingnya dilanjutkan ke daerah Jawa, kemudian Madura dan Bali. Setelah itu, perjalanan lanjut ke Pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Papua. Saat itu, ujar Wahono, selain sepeda modalnya hanya peta Indonesia, buku tulis, surat perjalanan, peralatan mandi dan beberapa baju ganti.

Sebagai bukti perjalananya, di setiap daerah yang dia kunjungi, dirinya berinisiatif mengarsipkannya dengan meminta cap tiap daerah. Arsip perjalanan miliknya sudah ada 13 buku. Catatan perjalan itu dia tulis tangan. Cap daerah yang dia dapatkan antara lain dari institusi militer, dinas sosial, kantor kecamatan, kepolisian, kepala desa, dan lainnya.

Menurutnya, selama perjalanan keliling Indonesia tersebut, perjalanan yang paling susah adalah saat di Kalimantan Tengah utamanya saat melintas di Pangkalanbun menuju Nanga Tayap Kalbar. Pasalnya, saat itu dirinya tidak memiliki uang untuk naik kapal sehingga memilih menerobos hutan. Bahkan, tak jarang dirinya harus melewati rawa-rawa yang penuh dengan lintah. “Budaya dan adat istiadat tiap daerah beda beda. Prinsipnya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ujarnya.

Wahono mengaku, perjalanan keliling Indonesia telah selesai dia lakukan tahun 2008. Setelah itu, dirinya tinggal bersama istri dan anaknya di Sukoharjo. Meski begitu, hobi naik sepeda onthel tetap dia lakukan hingga kini. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed