Ragam  

Menelusuri Jejak Halte Kereta Api di Kabupaten Sukoharjo

Halte Kerata Api di Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (Ist)

Sukoharjonews.com – Selain stasiun, dahulu kala terdapat beberapa halte kereta api yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Halte terebut berada di jalur kereta api arah Wonogiri. Halte kereta api berfungsi untuk menjaring penumpang kaum pribumi yang mayoritas bekerja sebagai petani atau pun pedagang. Namun, kini keberadaan halte kereta api tak difungsikan lagi bahkan bangunannya lenyap tak berbekas.


Setelah dari Stasiun Sukoharjo, perjalanan kereta api waktu itu, akan melewati Halte Gayam kemudian masuk ke wilayah Kecamatan Nguter dengan tiga singgahan halte yaitu Halte Kepuh, Songgorunggi, dan Nguter.

Menurut Darmawan Widodo, 63, warga Kepuh RT 01/I, yang rumahnya persis di sebelah timur rel kereta api, bahwa lokasi bekas Halte Kepuh berada di sekitar kantor Bank BRI cabang Kepuh atau tepatnya di gang kecil di sekitar area tersebut. Lokasi Halte Kepuh sendiri hampir tidak terlihat dari jalan raya karena tertutup pemukiman warga. Kini bangunannya tak berbekas. Hanya pagar kawat berduri yang menjadi penanda bahwa di lahan dengan sisa lantai semen itu pernah berdiri sebuah halte.

“Dulu, sebelum bangunan Halte Kepuh dipindah ke museum kereta api Ambarawa, terlihat masih tampak terawat dengan adanya kursi tunggu penumpang yang masih utuh. Ruang penjualan loket dan papan nama halte pun juga masih nampak jelas. Tapi sekarang sudah tak berbekas dan nampak sepi senasib dengan sepinya jalur kereta yang ada di sampingnya itu,” ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Sedangkan letak Halte Songgorunggi berada di Dukuh Songgorunggi, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Lokasinya tak jauh dari palang sepur Songgorunggi.


“Lokasinya dulu di situ mas, di belakang rumah bagus itu, tetapi sejak tahun 70-an bangunannya telah raib, jadi sudah tak ada bekasnya,” terang Gunadi, Ketua RT 02 RW VI, Songgorunggi, Jumat (5/8/2022).

Setelah berhenti di Halte Songgorunggi maka kereta akan berhenti lagi di Halte Nguter sebelum menuju Stasiun Pasar Nguter. Tetapi warga sekitar rata-rata tidak tahu bekas lokasi Halte Nguter berada. Tahunya hanya Stasiun Pasar Nguter itu saja. Padahal menurut beberapa referensi sejarah kereta api disebutkan, sebelum turun di Stasiun Pasar Nguter, kereta harus berhenti dulu di Halte Nguter.

Perjalanan kereta api di Kecamatan Nguter akan berakhir di Stasiun Pasar Nguter (PNT). Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil yang terletak di Jalan Raya Nguter, Dukuh Nguter, Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Stasiun yang berada pada ketinggian +105 meter ini masuk di bawah manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV (Daop 6) Yogyakarta. Meski diberi nama “Pasar Nguter” tetapi stasiun ini berlokasi 400 meter di sebelah utara Pasar Jamu Nguter.

Menurut buku Buku “Jarak Antarstasiun dan Perhentian” yang diterbitkan PT Kereta Api (Persero) tahun 2004 sisebutkan bahwa pembangunan Stasiun Pasar Nguter berhubungan dengan pembangunan jalur kereta api Solo Kota-Wonogiri-Baturetno sepanjang 80 kilometer yang dimulai tahun 1922 dan selesai pada 1923 oleh perusahaan swasta Belanda bernama Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).


Pembangunan jalur rel tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda, awalnya ditujukan untuk mengangkut hasil bumi atau perkebunan yang berasal dari daerah Wonogiri dan Sukoharjo menuju Solo yang kemudian akan dikirim berikutnya baik ke Surabaya, Semarang dan Batavia (Jakarta).

Stasiun Pasar Nguter juga merupakan pintu masuk ke Kabupaten Sukoharjo dari arah Stasiun Wonogiri menuju Stasiun Sukoharjo dan akan berakhir di Stasiun Purwosari Solo.

Pada tahun 1978 terjadi pembangunan Waduk Gajah Mungkur (WGM), menyebabkan putusnya jalur kereta api dan hanya sampai di kota Wonogiri karena jalur ke Baturetno masuk dalam peta pembangunan waduk.

Saat ini Stasiun Pasar Nguter hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 1 memiliki wesel percabangan menuju gudang Pupuk Sriwidjaja. Setiap hari juga hanya disinggahi kereta api jenis railbus bernama Batara Kresna sebanyak empat kali dengan jadwal dua kali keberangkatan pulang pergi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri dan sebaliknya. (sapta nugraha/mg)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 3.7 / 5. Vote count: 3

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.