Lakukan Perusakan Karaoke Risma Pertiwi Terminal Kartasura, Empat Pelaku Ditangkap

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat memberikan keteragan pers terkait kasus perusakan, Senin (14/2/2022).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Polres Sukoharjo menangkap empat orang pelaku perusakan tempat karaoke Risma Pertiwi yang berlokasi di Terminal Kartasura. Selain menangkap empat pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti alat yang digunakan untuk merusak dan sebuah senjata tajam berupa celurit.




“Kasus perusakan ini terjadi pada 31 Januari 2022 lalu sekitar pukul 23.50 WIB di kos dan karaoke Risma Pertiwi Terminal Baru Kartasura di Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura,” terang Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Senin (14/2/2022).

Empat pelaku yang diamankan masing-masing JP, 28, warga Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, RP, 19, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, FN, 17, warga Desa Siwal, Kecamatan Baki, dan BS, 30, warga Kelurahan Ngromo, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan yang tinggal Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter.

Dikatakan Kapolres, kasus tersebut merupakan buntut dari pertikaian di Kota Solo yang kemudian berlanjut dengan perusakan di kos dan tempat karaoke tersebut. Dalam aksi tersebut, JP menendang pintu masuk karaoke, pelaku RP menendang dan memukul pintu kamar karaoke 1, pelaku FN menendang pintu kos dan kaca jendela kos Risma Pertiwi, pelaku FN membawa sebilah pedang, serta pelaku lain membawa pedang dan celurit dan juga alat pemukul lainnya.


Aksi perusakan tersebut menyebabkan kerusakan pada body sepeda motor, kaca jendela kos Risma Pertiwi dalam kondisi pecah, botol minuman bir, anggur putih, anggur merah dalam kondisi pecah, serta kursi kayu dalam kondisi pecah.

“Jadi, aksi perusakan ini merupakan bentuk aksi balas dendam, buntut dari pertikaian sebelumnya di Kota Solo,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, berdasarkan fakta-fakta adanya keterangan saksi serta dikuatkan dengan barang bukti yang telah disita dari pelapor, para pelaku dijerat Pasal 170 KUH Pidana dan atau Pasal 406 KUH Pidana diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan, serta Pasal 02 UU Darurat No 12 Tahun 1951 diancam pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun untuk pembawa senjata tajam.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pelaku mengakui jika hanya ikut-ikutan dalam aksi perusakan tersebut. Para pelaku mengaku menyesali perbuatannya. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.