Komitmen Agus Santosa Jika Dipercaya Maju Pilkada Sebagai Cawabup

Sekda Sukoharjo Agus Santosa siap maju Pilkada 2020 sebagai Cawabup.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Nama Agus Santosa semakin santer terdengar akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020 sebagai calon wakil bupati (Cawabup). Agus diproyeksikan akan mendampingi Ketua TP PKK Sukoharjo, Etik Suryani yang maju sebagai calon bupati (Cabup). Agus yang masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) pun siap “berkorban” dengan meninggalkan jabatan dan status PNS jika sejarah memang menghendakinya maju dalam Pilkada.



“Kalau memang dipercaya dan mendapat kepercayaan, tentunya sebagai PNS harus menaati aturan yang ada, termasuk harus mundur,” ujar Agus, Selasa (17/9).

Terkait hal itu, Agus mengaku sudah melakukan persiapan. Namun, kapan surat pengunduran diri tersebut disodorkan, tentunya menunggu waktu yang tepat. Yang jelasnya, dirinya siap meninggalkan jabatan sekaligus statusnya sebagai seorang PNS. Dari informasi yang dia terima, saat pendaftaran di KPU harus ada syarat berupa surat pengunduran diri sebagai PNS. Saat sudah ditetapkan sebagai calon, harus sudah ada SK pemberhentian atau SK pensiun.

Karena saat ini menjabat Sekda, surat pengunduran diri harus diajukan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Yang jelas, dirinya sudah bisa mengajukan pensiun ini karena masa kerjanya lebih dati 20 tahun dan usia sudah diatas 50 tahun. Menurutnya, masih banyak waktu untuk melakukan persiapan.

Disinggung soal dukungan arus bawah dari PDIP yang memberikan dukungan untuk mendampingi Etik Suryani, Agus mengucapkan terima kasih dan mengapresiasinya. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan kehormatan bagi dirinya untuk bisa maju sebagai cawabup mendampingi Etik Suryani. Agus mengaku hanya bermodal pengalaman pengetahuan berkarir dipemerintahan selama 30 tahun lebih.

“Ada rumah besar penyelenggaraan pemerintahan daerah. Berbeda kamar dengan politik dan administrator. Apa yang dicapai pemerintahan dibawah Pak Wardoyo, saya masuk dalam tim karena Sekda,” ujarnya.

Agus juga mengatakan, apa yang telah dicapai ditingkat “outcome” bisa dirasakan masyarakat. Salah satunya angka harapan hidup yang mencapai 77 tahun dimana angka itu tertinggi di Jateng. Hal itu bukan sekadar angka, tapi maknanya sangat dalam karena untuk mencapai angka harapan hidup seperti itu harus dimulai dari awal, sejak ibu hamil, pemberian gizi dan lainnya. Pendapatan masyarakat juga harus cukup sehingga memberikan rasa aman dan puncaknya mencapai angka harapan hidup yang tinggi.

Selama ini, ujarya, “output” lain juga bisa dirasakan masyarakat seperti pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lain. “Mengelola pemerintahan seperti mengelola rumah tangga dimana pendapatan harus naik dalam hal ini PAD. Saat ini sudah diatas Rp400 miliar. Ada proses aktif yang dilakukan dan tidak hanya pasif menunggu dana dari pusat,” paparnya.

Selama mendampingi Bupati Wardoyo, Agus mengaku warna keberhasilan sudah baik. Hal itulah yang akan dilanjutkan sehingga Sukoharjo bisa lebih baik lagi dan lebih makmur. “Trek sudah benar mulai “input” hingga “output” dan diimbangi dengan situasi dan kondisi ke depan karena masyarakat dinamis,” tambahnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed