Ragam  

Karyawan PT Sari Persada Mandiri Sukoharjo Mengadu DPRD, Ternyata Gara-Gara Ini

Karyawan PT Sari Persada Mandiri/Sari Plastik Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo mengadu ke DPRD, Senin (27/12/2021)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Karyawan PT Sari Persada Mandiri/Sari Plastik Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo mengadu ke DPRD, Senin (27/12/2021). Karyawan tersebut mengaku ke wakil rakyat karena terkait dengan pesangon yang diberikan perusahaan setelah muncul kasus PHK sepihak. Karyawan menolak pemberian pesangon perusahaan karena tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.




Dalam kesempatan tersebut, ada enam karyawan pabrik plastik yang mengadu dan ditemui Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sukardi Budi Martono. “Kami tidak masalah di-PHK dengan catatan pesangon yang diberikan sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujar Koordinator Karyawan, Dwi Purwanti.

Dwi menjelaskan, kasus PHK tersebut muncul pada 15 Juli 2021 dimana dirinya dan enam karyawan lain dipanggil manajemen perusahaan. Saat itu, dirinya disodori surat PHK dengan nilai pesangon Rp17.878.050. Selain itu, perusahaan juga tidak mengizinkan dirinya bekerja lagi tanpa surat PHK bila tidak mau tandatangan dan menerima pesangon yang ditawarkan.

Tawaran perusahaan tersebut dia tolak bersama karyawan lain yang terkena PHK dan tidak menandatangani surat PHK sepihak tersebut selain pesangon yang ditawarkan tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Menurutnya, dengan masa kerja hampir 19 tahun, nilai pesagon sesuai aturan termasuk penggantian hak totalnya Rp51 jutaan.

“Untuk itulah kami mengadu ke DPRD agar masalah ini bisa dibantu karena apa yang dilakukan manajemen tidak sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.


Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Sukardi Budi Martono, mengaku akan memfasilitasi karyawan dengan perusahaan terkait masalah pesangon tersebut. Dia berharap masalah tersebut segera menemui titik temu khususnya mengenai pesangon yang diterima karyawan yang di-PHK.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo, Agustinus Setyono, ketika dikonfirmasi membenarkan masalah tersebut. “Masalah itu sudah muncul sejak bulan Juli dan dilakukan empat kali mediasi dan belum ada titik temu antara karyawan dengan manajemen perusahaan,” ujarnya.

Agus menyamaikan, awalnya ada delapan karyawan yang di PHK, tetapi dari jumlah itu ada dua karyawan yang sudah menerima pesangon yang diberikan. Saat ini, masih ada enam yang belum menerima karena dianggap tidak sesuai dengan UU. Agus berharap dengan kedatangan karyawan pabrik plastik tersebut ke DPRD bisa segera menyelesaikan masalah. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *