
Sukoharjonews.com – Abtusiasme warga terlihat dalam simulasi pemiluyang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Minggu (28/1/2024). Simulasi ini merupakan yang kedua dan dilaksanakan di TPS 12, Desa Punthuk, Kecamatan Bendosari.
“Simulasi itu dilakukan di TPS 12 diikuti oleh 152 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pemilu 2024,” terang Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Bambang Muryanto.
Menurutnya, simulasi juga mengundang perwakilan partai yang mengusung tiap pasangan calon (paslon) dan juga Bawaslu. Simulasi sendiri bertujuan untuk memastikan seluruh sistem dan prosedur terkait pemungutan dan perhitungan suara berjalan dengan lancar.
Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti petugas pemilihan, penyelenggara, dan pemilih, diharapkan semua aspek teknis dapat diuji coba secara efektif.
“Agar kami bisa melihat sejauh mana bimbingan teknis yang kami berikan kepada KPPS dan bisa di pahami dan dilaksanakan oleh KPPS dalam menjalankan tugas untuk pemungutan suara di Pemilu mendatang,” terang Bambang.
Menurutnya, dari simulasi tersebut KPU Sukoharjo akan mengetahui apakah ada kekurangan atau tidak dalam proses pemungutan dan perhitungan suara pemilu. Selain itu, ada beberapa evaluasi yang harus di perbaiki di simulasi sebelumnya.
“Mungkin ada beberapa evaluasi yang perlu kami sampaikan kembali kepada petugas, terkait hal-hal yang perlu di perkuat dan mana-mana yang perlu di kurangi,” paparnya.
Ke depan, ujarnya terkait dengan pelaksanaan pemungutan suara dan rekapitulasi suara diharapkan bisa berjalan dengan lancar. Dari simulasi juga diharapkan penggunaan Sirekap pada pemilu 14 Februari nanti bisa berjalan dengan baik.
“Pada pemilu ini kami memastikan penggunaan aplikasi Sirekap Pemilu 14 Februari 2024 bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
“Kalau bedanya dengan simulasi pertama, saat ini KPPS belum mengikuti Bintek, kalau simulasi keduai ini KPPA sudah ikut Bintek sehingga lebih paham,” sambung Bambang.
Terkait alat simulasi, Bambang mengaku template nya langsung dari KPU RI. “Kami hanya mengatur agenda, jika sudah ada agenda kita tinggal cetak menggandakan bahan yang digunakan untuk pemungutan dan perhitungan suara” tambahnya. (nano)



Facebook Comments