Jangan Salah! Inilah Kandungan Bahan yang Tidak Boleh Tercampur dengan AHA BHA

Bahan yang tidak boleh dicampur dengan AHA BHA. (Foto: jovee)

Sukoharjonews.com – AHA merupakan singkatan dari Alpha Hydroxy Acid sedangkan BHA sendiri merupakan singkatan dari Beta Hydroxy Acid. AHA BHA merupakan senyawa asam yang sangat efektif untuk membantu melakukan eksfoliasi pada kulit atau pergantian sel kulit mati. Produk perawatan kulit yang mengandung AHA BHA direkomendasikan untuk pengelupasan kulit.


Untuk memanfaatkan manfaat AHA dan BHA dengan baik, Anda perlu berhati-hati dan tidak sembarangan mencampurkan produk perawatan kulit ini dengan bahan aktif lainnya, karena hal tersebut berisiko memicu iritasi pada kulit. Dikutip dari C&F Store pada Kamis (21/12/2023), berikut kandungan bahan yang tidak boleh dicampur dengan AHA BHA:

1. BHA + Benzoil Peroksida
Penurunan toleransi pada kulit menjadi perhatian setiap kali exfoliant (fisik atau kimia) digabungkan. Seperti bahan eksfolian BHA yang umum digunakan dalam produk skincare, yaitu salicylic acid. Jika salicylic acid dicampur dengan benzoil peroksida, keduanya bekerja lebih aktif dan berisiko mengiritasi kulit kamu.

Pisahkan BHA (asam salisilat) dan benzoil peroksida untuk mencegah kemerahan dan pengelupasan kulit. Pembahasan lebih mendalam masih berlangsung di antara ahli kecantikan, apakah benzoil peroksida aman digunakan sendiri dan tidak dicampur bahan lainnya?

Namun hal yang pasti, menambahkan produk yang lebih keras di atasnya tidak akan baik untuk kamu. Semua bahan (BHA + benzoil peroksida) menyebabkan pergantian sel dan beberapa tingkat pengelupasan kulit jika digabungkan bersama dan akan menyebabkan iritasi kulit yang parah.


2. BHA atau AHA + Retinol
Ada sejumlah masalah saat mencampurkan AHA atau BHA dan retinoid/retinol. Pertama, ada potensi iritasi yang meningkat secara signifikan yang datang dengan menggabungkan asam pengelupasan (seperti glikolat, laktat, dan salisilat) dengan retinoid.

Kemudian, ada juga masalah penonaktifan bahan. Seperti vitamin C, retinol mungkin struktur bahan di dalamnya agak tidak stabil. Jadi, kamu akan berakhir dengan hasil kulit yang memburuk yang bahkan tidak mendapat manfaat dari produk skincare yang kamu gunakan.

3. Vitamin C + AHA
Saat melapisi vitamin C, Anda harus memperhatikan bahan aktif lainnya yang akan digunakan karena antioksidan seperti vitamin C, pada dasarnya tidak stabil: Vitamin C sangat sensitif terhadap pH, dan mencampurnya dengan AHA cenderung mengurangi penyerapan bahan ke dalam kulit.

Kombinasi AHA + Vitamin C juga dapat mengiritasi kulit, terutama jika Anda sensitif terhadap Vitamin C. Semua bahan ini menyebabkan pergantian sel dan pengelupasan kulit yang dipadukan bersama, dapat menyebabkan iritasi kulit yang parah.


4. AHA/BHA + Niacinamide/Vitamin B3
Kamu tetap dapat menggunakan dua bahan ini dalam rutinitas perawatan, namun dengan beberapa panduan penggunaan yang wajib diperhatikan.

Pertama, untuk menghindari kemerahan atau iritasi, atur waktu penggunaannya. Misalnya, di pagi hari Anda bisa menggunakan niacinamide sebelum tabir surya agar kulit tetap terhidrasi. Kemudian kamu dapat menggunakan AHA BHA di malam hari untuk membersihkan kulit sepenuhnya.

Kedua, terapkan kedua bahan ini dengan jeda waktu setidaknya 30 menit. Tak hanya memberi bahan waktu cukup untuk menembus kulit, namun juga akan menjaga tingkat pH dan formula produk seimbang serta menghindari iritasi.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *