
Sukoharjonews.com – Huawei telah memperkenalkan perangkat rumah pintar baru di China, yaitu Smart Door Lock 2 Pro Enjoy Edition. Kunci ini saat ini sudah dapat dipesan di JD.com dengan harga 2.699 yuan atau Rp7,1 jutaan dan pengiriman akan dimulai pada 23 September. Perangkat keras ini terutama berfokus pada dua aspek: metode akses biometrik dan sistem daya cadangan yang dirancang untuk mencegah pengguna terkunci di luar.
Spesifikasi Huawei Smart Door Lock 2 Pro Enjoy Edition
Dilansir dari Gizmochina, Sabtu (19/9/2026), untuk akses masuk, kunci ini menggunakan sensor “Time-of-Flight” (ToF) 3D untuk pengenalan wajah. Kamera memetakan lebih dari 307.000 titik kedalaman pada wajah pengguna, memungkinkan mekanisme tersebut melakukan autentikasi dan membuka kunci dalam waktu sekitar 0,8 detik. Kamera diposisikan untuk membaca wajah orang dengan tinggi antara 1,2 hingga 2,0 meter, sehingga dapat mengakomodasi orang dewasa maupun anak-anak.
Perangkat ini juga dapat bekerja pada sudut kemiringan hingga 30 derajat. Untuk aspek keamanan, sistem ini dilengkapi fitur deteksi keberadaan objek hidup (liveness detection) guna mencegah upaya pembukaan pintu menggunakan foto atau model 3D. Perangkat lunaknya juga menggunakan algoritma pembelajaran dinamis untuk menyesuaikan diri dengan perubahan penampilan pengguna secara bertahap seiring berjalannya waktu.
Selain pemindai wajah, panel depan dilengkapi kamera bersudut lebar 161 derajat yang berfungsi sebagai bel pintu video. Kamera ini menggunakan AI untuk mendeteksi manusia dan dapat merekam aktivitas yang tidak biasa di luar pintu. Saat seseorang membunyikan bel, kunci akan mengirimkan siaran video langsung ke perangkat yang kompatibel dengan HarmonyOS—seperti ponsel pintar atau layar pintar Huawei—serta memungkinkan komunikasi audio dua arah.
Sistem dayanya dibagi menjadi tiga tingkatan terpisah untuk menghindari kondisi terkunci akibat baterai habis. Sumber daya utamanya adalah baterai litium isi ulang berkapasitas 10.000 mAh, yang mampu menjalankan kamera dan fitur-fitur pintar selama empat hingga enam bulan. Saat baterai perlu dilepas untuk diisi ulang, kunci akan beralih secara otomatis ke sumber daya cadangan berupa empat baterai AA. Baterai cadangan ini mampu mendukung fungsi dasar pembukaan kunci hingga tujuh bulan.
Jika kedua sumber daya tersebut habis total, kunci ini dilengkapi dengan tombol darurat fisik berwarna merah. Menekan tombol ini akan mengaktifkan sumber daya cadangan internal yang independen. Daya cadangan ini menyediakan listrik yang cukup bagi pengguna untuk membuka pintu menggunakan sidik jari atau kode PIN. Huawei menyatakan bahwa daya cadangan darurat ini dapat digunakan hingga lima kali aktivasi dalam kurun waktu enam bulan.
Dari segi fisik, kunci ini memiliki bodi “die-cast”, silinder kunci kelas C, dan mekanisme penguncian otomatis yang mengunci pintu saat ditutup. Huawei menyatakan bahwa seluruh data biometrik, termasuk pemindaian wajah dan sidik jari, dienkripsi dan disimpan secara lokal di perangkat, bukan diunggah ke “cloud”. (nano)














Facebook Comments