Tak Berkategori  

Hadiri Ritual Pulung Langse Makam Ki Ageng Balak, Ini Pesan Bupati Sukoharjo

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Ritual Pulung Langse Makam Ki Ageng Balak, Minggu (20/7/2025).

Sukoharjonews.com – Agenda tahunan Ritual Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Desa Mertan Kecamatan Bendosari kembali digelar, Minggu (20/7/2025). Ritual Pulung Langse sendiri merupakan kegiatan mengganti kelambu makam yang dilakukan setiap Bulan Muharram atau Suro.

Acara tersebut dihadiri Bupati Etik Suryani, Ketua DPRD Nuryayanto serta segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Etik mengatakan jika Ritual Pulung langse bukan hanya sekadar upacara adat, melainkan juga sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap sejarah dan perjuangan para leluhur yang telah menorehkan cerita besar di tanah Sukoharjo. Pulung Langse digelar sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Ki Ageng Balak, seorang ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Sukoharjo.

“Makam Ki Ageng Balak ini merupakan salah satu obyek wisata religi atau ziarah sehingga akan memberikan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Dengan berfungsinya makam ini sebagai wisata ziarah maka akan memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat sekitarnya,” ujar Etik.

Bupati melanjutkan, membangun sektor kepariwisataan memerlukan dana dan investasi yang sangat besar yang pada hakekatnya tidak hanya tergantung pada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo saja. Oleh karena itu dukungan dan partisipasi masyarakat setempat sangat diperlukan sehingga rasa handarbeni atau memiliki, menjadi budaya diri untuk melestarikannya.

“Kepada para pengelola marilah kita jadikan Makam Ki Ageng Balak ini sebagai tempat yang menyejukkan dan menentramkan sehingga memberi kesan tersendiri bagi pengunjung yang memiliki niat tersendiri,” pesannya.

Ia menambahkan, upacara Budaya Ritual Pulung Langse Makam Ki Balak ini menjadi momen penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat tali silaturahmi antar sesama, serta menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada generasi muda. Melalui ritual tersebut juga menjaga keberlanjutan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *