Gunakan Motor Berknalpot Brong, Peserta Kampanye Dirazia Polisi

Petugas polisi melakukan razia peserta kampanye yang menggunakan sepeda motor berknalpot brong. Peserta yang melanggar diberi tilang dan penyitaan sepeda motor, Selasa (9/4).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Polres Sukoharjo melakukan tindakan tegas terhadap peserta kampanye yang menggunakan sepeda motor berknalpot brong. Para peserta kampanye tersebut hendak mendatangi kampanye terbuka pasangan 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) di Stadion Sriwedari, Solo. Razia dilakukan di empat titik masing-masing di Tanjunganom Grogol, Tugu Lilin Pajang, Mojolaban, serta di Kartasura.



“Peserta kampanye yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong kami tindak tegas. Selain kami tilang, sepeda motor juga diangkut petugas,” jelas Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Selasa (9/4).

Dikatakan Kapolres, sebelumnya Polres telah berkoordinasi dengan pengurus partai politik (Parpol) terkait pelaksanaan kampanye terbuka di Solo tersebut. Dalam koordinasi tersebut, massa dari masing-masing calon legislatif (caleg) harus dikendalikan. Menurutnya, mobilisasi massa ke lokasi kampanye boleh dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua dan sesuai aturan.

Peserta kampanye yang melakukan pelanggaran dengan menggunakan sepeda motor berknalpot brong tetap dilakukan penindakan. Pasalnya, motor dengan knalpot brong mengganggu warga yang dilewati dan rawan menimbulkan gesekan dengan masyarakat yang lain. Kapolres mengaku penindakan yang dilakukan dengan memberikan tilang dan penyitaan kendaraan bermotor oleh petugas Satlantas.

“Pemilik kendaraan bisa mengambil di Kantor Satlantas setelah melengkapi persyaratan yang dilanggar. Ada yang ditindak tapi tidak banyak,” ujarnya.

Kapolres juga mengatakan, Polres Sukoharjo menempatkan petugas di sejumlah perbatasan dengan Kota Solo. Polres sendiri menerjunkan tiga SSK (Satuan Setingkat Kompi) untuk menjaga empat titik akses perbatasan. Mobilisasi massa ke lokasi kampanye di Stadion Sriwedari sendiri tidak secara bersamaan karena masing-masing daerah memilih titik kumpulnya sendiri. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *