Fungsi Rumah Rakyat Jateng Diperluas, Kini Jadi Pusat Layanan Adminduk

banner 468x60
Fungsi Rumah Rakyat Jateng diperluas. (Foto: Dok Pemprov Jateng)

Sukoharjobews.com (Semarang) – Kantor Gubernur Jawa Tengah yang selama ini dijadikan sebagai Rumah Rakyat tidak lagi sekadar sebagai tempat penyampai aspirasi berbagai persoalan masyarakat. Kini, fungsinya diperluas sebagai tempat pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk).

Melalui layanan itu, para warga Jateng dari berbagai daerah bisa mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah, cepat, bahkan lintas domisili.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi tersebut, sekaligus menyapa sejumlah warga yang memanfaatkan layanan itu pada Rabu (8/7/2026).

“Rumah Rakyat menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, termasuk kebutuhan administrasi kependudukan,” ujar Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, pelayanan publik di Rumah Rakyat akan terus dikembangkan, agar semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan pemerintah.

“Berbagai permasalahan masyarakat kita layani di sini, termasuk membuka akses pelayanan KTP. Masyarakat senang datang ke sini, dan ke depan akan terus kita kembangkan,” ujar gubernur.

Pelayanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat telah berjalan selama tiga bulan dan dilaksanakan rutin setiap Selasa-Rabu pada minggu pertama setiap bulan.

Layanan yang diberikan meliputi perekaman KTP elektronik bagi pemula, penggantian KTP rusak atau hilang, pembaruan foto KTP, hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Seluruh layanan tersebut dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah, yang sedang berada di Semarang.

Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nur Kholis mengatakan, pelayanan itu dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan administrasi yang sederhana, tanpa harus kembali ke daerah asal.

Dalam sehari, petugas rata-rata melayani sekitar 150 warga. Tingginya antusiasme masyarakat membuat pemerintah mempertimbangkan penambahan frekuensi pelayanan, bahkan membuka layanan serupa di daerah lain.

“Rencananya kami akan membuka Rumah Rakyat di tempat lain, seperti Solo. Namun kami masih melihat perkembangan dan kemampuan (sumber daya manusia) yang ada,” katanya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *