Dua Pengguna BPKB Mobil Palsu Dibekuk, Dijadikan Agunan Pinjaman di BMT Muamalat

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat berbincang dengan dua pelaku pengguna BPKB mobil palsu, Senin (16/12).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dua orang pelaku yang memalsukan BPKB mobil dibekuk Polres Sukoharjo. Dua pelakunya masing-masing Wiwit Suparti, 48, warga Gabahan RT 04/12, Jombor Bendosari, Sukoharjo serta Tri Daryano, 43, warga Jalan Srikandi No 04, RT 03/11, Serengan, Solo. Keduanya dibekuk setelah BPKB mobil palsu tersebut digunakan sebagai agunan pinjaman di Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Muamalat Desa Cangkol, Mojolaban.



“Dua pelaku ini punya peran sendiri-sendiri. Tri Darsono yang menyediakan BPKB palsu dan Wiwit yang menggunakan. Kedua pelaku ini bekerjasama setelah ada hubungan utang piutang,” jelas Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Senin (16/12).

BPKB yang dipalsukan adalah mobil Daihatsu Xenia nopol AD 8937 QN atas nama Wahidah, warga Sukorejo RT 26/09, Kroyo, Kemalang, Sragen. BPKB tersebut dijadikan agunan untuk meminjam uang Rp45 juta di BMT Muamalat dengan alasan untuk modal usaha toko emas dan perak. Setelah melalui proses survei, akhirnya pinjaman disetujui. Namun, setelah menerima uang, Wiwit tidak pernah mengangsur pinjaman tersebut. Somasi dari BMT juga diabaikan.

Atas kondisi tersebut, ujar Kapolres, BMT Mualamat kemudian melakukan audit dan pengecekan dokumen pelaku. Ternyata, dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan BPKB diketahui palsu sehingga melapor ke Polres Sukoharjo. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya dua pelaku ditangkap di tempat berbeda dengan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang disita antara lain satu BPKB Daihatsu Xenia palsu, fotokopi KTP dan KK palsu, dua buah printer, satu buah laminator, satu buah CPU, satu buah monitor, stempel, dan satu buah keyboard.

“Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan pemalsuan dokumen resmi khususnya jaringan pemalsu BPKB,” jelas Kapolres.

Wiwit sendiri mengaku mendapatkan BPKB palsu tersebut dari Tri Darsono. Dia mengaku telah melakukan peminjaman uang di dua lokasi, masing-masing BMT Muamalat dan koperasi. Wiwit mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut karena terlilit utang. Menurutnya, dari uang pinjaman Rp45 juta di BMT, dirinya mendapat Rp10 juta dan yang Rp35 juta untuk Tri Darsono.

Kedua pelaku sendiri dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana atau pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. “Nanti ada lanjutannya, kali ini untuk penggunanya dan selanjutnya saya harap untuk pelaku pemalsuannya,” tambah Kapolres. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *