Tak Berkategori  

Disomnia: Jenis dan Gejala Gangguan Tidur yang Perlu Diketahui

banner 468x60
Disomnia.(Foto:ilovelife)

Sukoharjonews.com – Disomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur yang memengaruhi durasi, kualitas, atau waktu tidur seseorang. Gangguan tidur, yang juga dikenal sebagai gangguan tidur-bangun, terdiri dari lebih dari 80 kondisi yang memiliki gejala berbeda-beda.


Dilansir dari Very Well Mind Senin, 7/4/2025, disomnia termasuk dalam kelompok gangguan tidur. Untuk memahami lebih lanjut tentang disomnia, penting untuk mengetahui bagaimana gangguan tidur diklasifikasikan.

Secara umum, gangguan tidur terbagi dalam dua kategori utama:

  • Gangguan tidur primer: Tidak disebabkan oleh kondisi medis lain.
  • Gangguan tidur sekunder: Terjadi akibat masalah kesehatan lain seperti depresi, stroke, radang sendi, asma, atau gangguan tiroid.

Gangguan tidur primer sendiri dibagi menjadi dua jenis:

  • Parasomnia: Ditandai dengan perilaku tidak biasa saat tidur, seperti berjalan dalam tidur atau mengalami mimpi buruk yang intens.
  • Disomnia: Ditandai dengan kesulitan untuk tidur atau tetap tidur. Penderitanya sering merasa tidak segar setelah tidur dan mengalami rasa kantuk berlebih di siang hari.


Jenis-jenis Disomnia
Disomnia secara umum dibagi menjadi tiga kategori:

  • Disomnia intrinsik: Disebabkan oleh gangguan internal dalam tubuh yang memengaruhi kemampuan tidur.
  • Disomnia ekstrinsik:Dipicu oleh faktor eksternal seperti lingkungan atau kebiasaan yang memengaruhi kualitas tidur.
  • Gangguan ritme sirkadian: Terjadi akibat gangguan pada jam biologis tubuh yang memengaruhi pola tidur.

Contoh Disomnia Intrinsik

  • Insomnia: Sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi. Umumnya disebabkan oleh stres atau tekanan emosional.
  • Narkolepsi: Kondisi neurologis yang membuat otak sulit mengatur siklus tidur dan bangun. Penderitanya bisa tiba-tiba tertidur saat beraktivitas.
  • Hipersomnia: Rasa kantuk berlebih di siang hari meski telah tidur cukup di malam hari, sehingga sulit untuk tetap waspada.
  • Apnea Tidur Obstruktif (OSA): Terjadi ketika saluran napas tersumbat saat tidur, menyebabkan pernapasan terhenti sementara. Biasanya disertai dengan dengkuran keras, namun tidak semua orang yang mendengkur mengalami apnea tidur.(patrisia argi)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *