
Sukoharjonews.com – Casio telah mengumumkan tiga model baru dalam lini Oceanus, yang dijadwalkan rilis di Jepang pada Oktober 2026. Seri Cachalot OCW-P3000 yang baru ini mencakup OCW-P3000-2A, OCW-P3000-3A, dan OCW-P3000B-1A. Alih-alih mengandalkan tampilan digital atau sub-menu yang rumit untuk mengelola berbagai zona waktu, jam tangan ini menggunakan sistem fisik yang disebut Casio sebagai “Time Zone Navigator”.
Dilansir dari Gizmochina, rabu (23/9/2026), proses pengaturannya cukup sederhana. Saat Anda menekan tombol di sisi jam tangan, jarum detik akan bergerak menunjuk ke arah kota pada dial yang saat itu sedang menunjukkan waktu tengah malam. Anda kemudian memutar bezel secara manual hingga penanda segitiganya sejajar dengan jarum detik.
Setelah diatur, skala 24 jam pada bezel akan sejajar dengan 26 kode kota di sekeliling dial, sehingga Anda dapat membaca waktu di lokasi-lokasi tersebut secara sekilas. Bezel itu sendiri menggunakan sisipan keramik dengan desain dua warna untuk membedakan jam siang dan malam.
Karena casing dan “bracelet”-nya (rantai jam) seluruhnya terbuat dari titanium, jam tangan ini tergolong ringan dengan berat 99 gram, meskipun memiliki dimensi 47,6 x 42,9 x 11,7 mm. Dua model standar (2A dan 3A) memiliki lapisan *titanium carbide*, sedangkan model 1A dilengkapi lapisan “Diamond-Like Carbon” (DLC) untuk ketahanan gores yang lebih baik.
Bagian dial jam ini dilapisi kristal safir dengan lapisan anti-pantul di kedua sisinya. Casio juga menyesuaikan tata letak panel surya sehingga sub-dial dapat menggunakan material yang tidak tembus cahaya demi kontras warna yang lebih baik, tanpa menghalangi cahaya yang diperlukan untuk mengisi daya baterai.
Di bagian dalamnya, jam tangan ini menggunakan mekanisme Tough Movement 2 dari Casio. Ini adalah mekanisme analog bertenaga surya yang menjaga akurasi waktu dengan cara melakukan sinkronisasi melalui Bluetooth dengan aplikasi Casio Watches. Jika jam tidak terhubung ke ponsel, jam akan beralih menerima sinyal radio Multiband 6.
Mekanisme ini juga dilengkapi perlindungan bawaan terhadap guncangan fisik dan medan magnet. Jika jam mengalami benturan keras yang menyebabkan posisi jarum jam tidak sejajar, sistem pendeteksi guncangan akan mengoreksinya secara otomatis.
Demikian pula, sensor medan magnet akan menghentikan pergerakan jarum jam untuk sementara jika mendeteksi gangguan kuat guna mencegah pergeseran posisi jarum, dan jam akan kembali beroperasi normal setelah medan magnet hilang. Dalam kondisi daya penuh, baterai dapat bertahan sekitar lima bulan untuk penggunaan normal, atau hingga 23 bulan jika mode hemat daya diaktifkan.
Harga dan Ketersediaan
Model OCW-P3000-2A dan 3A akan dibanderol dengan harga ¥220.000 atau R24,9 jutaanp, sedangkan model OCW-P3000B-1A dengan lapisan DLC akan dijual seharga ¥253.000 atau Rp28,7 jutaan saat mulai dipasarkan bulan depan. (nano)














Facebook Comments