
Sukoharjonews.com – Seberapa penting introspeksi diri untuk kamu? Mungkin ini dapat dijawab dengan preferensi masing-masing. Namun satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa introspeksi diri merupakan bagian penting dalam proses kehidupan. Sebab, kita tidak senantiasa melakukan hal benar.
Dilansir dari Lifehack, Minggu (21/5/2023), Untuk memperbaiki dan mengambil langkah tepat ke depannya, introspeksi ini sangatlah dibutuhkan, berikut adalah beberapa cara introspeksi diri yang dapat diterapkan.
1. Siapkan Lingkungan yang Ideal
Langkah pertama yang perlu terapkan adalah mempersiapkan lingkungan yang ideal. Menjauhkan ponsel dan menepi ke ruangan yang tenang mungkin dapat dilakukan sebagai langkah awal melakukan introspeksi diri ini.
Suasana yang ideal akan membuat proses berpikir menjadi lebih baik. Selain mengondisikan tempat, juga perlu menentukan waktu yang tepat. Misalnya 30 menit setelah bangun pagi, atau 30 menit sebelum tidur di malam hari.
2. Lakukan Journalingdengan Kondisi Lebih Baik”
Tahukah kamu bahwa banyak orang-orang sukses ternama di dunia yang juga melakukan journaling dalam hidupnya. Sebut saja Warren Buffet, Oprah, bahkan Einstein. Melakukan journaling dapat membantu meningkatkan kesadaran dan memori, kepercayaan diri, ekspresi diri, dan keterampilan komunikasi.
Ini juga membuat kita lebih teratur dan tetap berada di jalur yang seharusnya. Dalam membuat journaling, bebas menuliskan pikiran emosi, ataupun perasaan yang muncul. Selain itu, cobalah menulis dari sudut pandang orang ke-3.
3. Gunakan Kata dan Frasa Positif
Praktisi Master Neuro Linguistic Programming (NLP) mempercayai bahwa kata-kata dapat mempengaruhi bagaimana seseorang mengalami dunia. Misalnya saja, mengatakan “aku marah”. Maka hal ini dapat berefek pada perilaku yang dimunculkan yaitu kemarahan.
Oleh karenanya, cobalah menggunakan kata dan frasa yang positif dalam mengidentifikasi setiap perasaan yang muncul. Sekalipun dalam keadaan marah, cobalah gunakan sudut pandang orang ketiga untuk mengidentifikasinya. Katakan “saya perhatikan bahwa saya mengarami kemarahan”.
4. Beri Pertanyaan yang Memberdayakan pada Diri Sendiri
Melakukan introspeksi diri memberikan kesempatan untuk memberi sejumlah pertanyaan kepada diri sendiri. Misalnya saja, tentang bagaimana suatu peristiwa bisa menimpa, bagaimana sebuah kesalahan dapat terjadi, dan lain sebagainya.
Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak melulu harus menanyakan “mengapa sesuatu dapat terjadi” tapi lebih kepada “apa yang menyebabkan sesuatu dapat terjadi”. Dengan begini, judge terhadap diri sendiri dapat diminimalkan.
5. Lebih Banyak Fokus pada Kebaikan
Studi psikologi yang dilakukan John Gottman dari University of Washington menemukan bahwa dibutuhkan setidaknya 5 interaksi positif untuk menebus 1 interaksi negatif. Dapat disimpulkan dari hal ini bahwa pikiran negatif pada umumnya memiliki dampak lima kali lipat dari yang positif. Jelas saja ini sebuah berita buruk.
Lantas, apa yang dapat dilakukan? Nah, usahakan Beauties fokus dan lebih lama berkutat di hal-hal yang positif. Alih-alih menyerap semua keluhan negatif, pesimistis dan kesedihan tentang dunia, cobalah pilah satu per satu tentang hal-hal positi yang dapat diambil darinya.(patrisia argi)



Facebook Comments