Ragam  

Beton Penghubung Jembatan di Karangwuni Ambles, Akses Sukoharjo-Klaten Terputus

Beton penghubung jalan dengan jembatan di Desa Karangwuni, Weru ambles sehingga akses ke Cawas, Klaten terputus sejak Rabu (27/3) malam.

Sukoharjonews.com (Weru) – Gara-gara beton penghubung antara jalan dan Jembatan Purworejo Dukuh Suruhan, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru ambles, akses penghubung ke Kabupaten Klaten terputus. Kendaraan roda empat terpaksa harus memutar karena jembatan tidak bisa dilewati setelah jalan ambles. Namun, untuk kendaraan roda masih bisa lewat karena masih ada bagian jalan yang tidak ambles.



“Yang ambles itu bukan jembatannya, tapi beton penghubung jalan dengan jembatan. Kemungkinan tanah urug sebelumnya kurang padat sehingga ambles ketika hujan deras,” ujar salah satu petugas perbaikan, Supardi, Kamis (28/3).

Dia mengatakan, pihaknya diberikan tugas dari Bina Marga Provinsi Jawa Tengah untuk memperbaiki amblesnya beton tersebut. Menurutnya, amblesnya beton Jembatan Purworejo di Desa Karangwuni, Weru tersebut diketahui pada Rabu (27/3) malam dan keesokan harinya langsung dilakukan perbaikan. Jadi, ujar Supardi, yang ambles tersebut bukan pada jembatannya. Amblesnya beton penghubung tersebut karena tanah urug kurang padat.

Dengan amblesnya beton penghubung jalan dan jembatan tersebut, terpaksa kendaraan roda empat dari arah Sukoharjo maupun dari arah Klaten harus memutar. Seperti diketahui, jembatan itu sendiri baru selesai dikerjakan pada 15 Desember 2018 lalu. Artinya, jembatan baru selesai tiga bulan lalu dan beton penghubung sudah ambles.

Karena masih dalam tahap pemeliharaan, pelaksana proyek jembatan yang bertanggungjawab atas perbaikan tersebut. Camat Weru Pandiyanto mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan milik provinsi. Untuk itu, kerusakan yang terjadi otomatis menjadi kewenangan provinsi untuk melakukan perbaikan. “Begitu ambles kami langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar segera diperbaiki,” katanya.

Pandiyanto mengaku, dengan amblesnya beton penghubung jembatan, akses yang tersisa tinggal satu meter dan bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Sehingga, kendaraan roda empat dari dua sisi tidak bisa melaluinya. Pandiyanto mengaku, beton yang ambles sekitar lima meter. Selama ini, Pandiyanto mengaku mobilitas di jalan tersebut cukup tinggi. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.