Aniaya Seorang Kakek dan Cucunya Warga Bendosari, Tiga Pelaku Ditangkap Polisi

Tiga orang pelaku penganiayaan di simpang empat RSUD Sukoharjo berhasil ditangkap polisi, Selasa (14/6/2022).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Pelaku penganiayaan terhadap seorang kakek bersama cucunya warga Kecamatan Bendosari di perempatan RSUD Ir Soekarno berhasil ditangkap polisi. Kasus penganiayaan itu sendiri terjadi pada 12 Juni lalu dimana para pelaku berinisial AM, 19, RTF, 20, dan KW, 18.


“Jadi, kasus penganiayaan terjadi pada 12 juni lalu di perempatan RSUD Sukoharjo pukul 15.30 WIB,” terang Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Teguh Prasetyo, Selasa (14/6/2022).

Dikatakan Teguh, tiga pelaku penganiayaan tersebut merupakan warga Kecamatan Polokarto. Ketiga pelaku ditangkap Satreskrim Polres Sukoharjo setelah menganiaya MFA, 16 dan dan SWW, 79. Kedua korban merupakan kakek dan cucu.

Kejadian penganiayaan sendiri terjadi saat para pelaku berpepasan dengan korban di Jalan dr Muwardi Gayam, tepatnya didepan SMA Veteran Sukoharjo. Saat itu, korban berpapasan dengan pelaku yang sedang konvoi bersama rombongannya yang berjumlah sekitar 50 orang.

“Ketika berpapasan, para pelaku ini melihat korban MFA memakai kaos bertuliskan “GASHAK”, kemudian sebagian pelaku balik arah dan mengejar korban,” tambah AKP Teguh.

Sesampainya di perempatan RSUD Sukoharjo, lanjut AKP Teguh, pelaku kemudian memukuli kedua korban sembari meminta kaos yang dipakai korban dengan tulisan “GASHAK” tersebut.

“Jadi sebenarnya yang diincar oleh pelaku adalah MFA yang memakai kaos bertuliskan “GASHAK” tersebut. Namun melihat cucunya dipukuli, SWW kemudian berusaha untuk melera tapi justru ikut dipukuli oleh pelaku dibagian perut dan dada, serta kakinya diinjak hingga dirinya pingsan dipinggir jalan,” terang Teguh.

Menindak lanjuti kejadian tersebut, Satreskrim Polres Sukoharjo kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya petugas berhasil menangkap ketiga pelaku di sebuah gedung di wilayah Polokarto.

Saat ditanya, pelaku tidak mengenal korban. Pelaku mengaku melakukan penganiayaan karena tersinggung sebab korban memakai kaos yang bertuliskan “GASHAK”. Pelaku mengatakan, bahwa kata “GASHAK” memiliki sebuah arti yang mengejek kelompoknya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 170 ayat (1) KUH Pidana, dengan ancaman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.