Tak Berkategori  

Ada 17 Desa Rawan Kekeringan di Sukoharjo, Berikut Ini Datanya

banner 468x60
Ilustrasi kekeringan

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Musim kemarau mulai datang. Selama ini, musim kemarau yang datang selalu diiringi dengan kekeringan di wilayah Sukoharjo bagian selatan. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena keringnya sumber air. Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya ada 17 desa di Sukoharjo yang rawan kekeringan sehingga bisa menimbulkan kesulitasn air bersih.



“Saat ini sebenarnya sudah masuk musim kemarau, tapi ada beberapa wilayah yang masih turun hujan meski intensitasnya kecil,” ujar Ketua Pelaksana BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, Rabu (22/7/2020).

Sri Maryanto mengatakan, saat ini sudah masuk peralihan ke musim kemarau. Awalnya, puncak kemarau diperkirakan bulan Mei dan ternyata mundur hingga Agustus atau September. Sri Maryanto mengaku saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah selatan masih tercukupi.

Berbeda saat musim kemarau tahun lalu, dia mengatakan warga di daerah rawan kekeringan mulai mengajukan permintaan droping air bersih sejak di bulan Juni. Namun sampai saat ini, BPBD belum menerima permohonan pengajuan bantuan air bersih. Menurutnya sumber-sumber air warga di daerah rawan kekeringan masih ada sehingga belum kekurangan air bersih.

Dari data VPBD sendiri, setidaknya ada 17 desa di tiga kecamatan yang rawan kekeringan. Masing-masing di Kecamatan Tawangsari meliputi Desa Watubonang dan Pundungrejo, Kecamatan Weru meliputi Desa Jatingarang, Alasombo, Karangmojo, Ngreco, Tawang, Karakan, Karangwuni, Karangtengah, Krajan, Weru, Karanganyar, dan Desa Tegalsari. Untuk Kecamatan Bulu di Desa Kunden, Kamal, dan Puron.

“Kalau ada masyarakat yang mulai mengalami kesulitan air bersih bisa langsung mengajukan pengiriman air bersih ke BPBD melakui pemerintah desa,” ujarnya.

Sebelumya, Camat Weru Pandiyanto membenarkan ada sejumlah desa di wilayahnya yang selalu jadi langganan kekeringan saat musim kemarau. Menurutya, selama ini masyarakat mengandalkan kiriman air bersih dari BPBD dan elemen masyarakat lain. Meski begitu, ada juga warga yang terpaka membeli air bersih untuk keperluan yang mendesak. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *