
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kenaikan kasus positif corona setiap hari masih terjadi bahkan cenderung meningkat. Saat ini, berdasarkan update per 16 Juli, kasus positif aktif kembali naik jadi 764 kasus. Sebaran kasus positif corona aktif terbanyak ada di Kecamatan Nguter dengan 164 kasus. Kenaikan kasus cukup signifikan terjadi di Mojolaban dan Kartasura.
“Dari 12 kecamatan, kasus positif corona aktif paling banyak masih di Kecamatan Nguter dengan 164 kasus, kemudian Grogol 117 kasus dan Mojolaban 104 kasus,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Sabtu (17/7/2021).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 16 Juli 2021:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak bergeser ke Kecamatan Mojolaban dengan 91 kasus. Sedangkan untuk kasus kematian terbanyak kedua ada di Kartasura dengan 87 kasus dan ketiga di Kecamatan Sukoharjo dengan 77 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona sudah mencapai 9.034 kasus yang terdiri dari 7.667 kasus sembuh dan selesai isoman, 603 kasus meninggal dan 764 kasus aktif. Dari 764 kasus positif aktif tersebut, terdiri dari 638 orang isolasi mandiri, satu isolasi terpusat dan 125 orang rawat inap di rumah sakit.
Yunia menambahkan, tren kenaikan kasus positif belum berhenti bahkan cenderung meningkat. Untuk itu, warga diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Saat ini, program vaksinasi terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, dan juga disababilitas. (erlano putra)



Facebook Comments