
Sukoharjonews.com – Selama ini terdapat sejumlah mitos seputar buah mangga. Dalam artikel ini akan membahas dan mematahkan mitos tersebut agar Anda tidak melewatkan kenikmatan rasanya di musim ini.
Dilansir dari Healthshots, Selasa (3/11/2026), bukankah kita semua menanti-nanti musim panas dengan penuh antusias agar bisa menikmati buah favorit kita, mangga? Sering dijuluki sebagai ‘raja buah’, mangga dikenal karena cita rasanya yang beragam dan jenisnya yang banyak. Selain rasanya yang lezat, mangga juga kaya akan nutrisi yang menjaga tubuh Anda tetap sehat.
Kita bisa terus membahas kebaikan buah mangga, tetapi tahukah Anda? Banyak orang menganggap mangga tidak menyehatkan. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Buah ini kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, serta karbohidrat dan gula alami. Jadi, sebelum Anda mencoret mangga yang bergizi ini dari daftar konsumsi Anda, mari kita bahas dan patahkan berbagai mitos mengenainya.
Mitos 1: Mangga menyebabkan kenaikan berat badan
Fakta: Mangga tidak memicu kenaikan berat badan karena kaya akan vitamin A dan C, zat besi, kalium, serta tembaga. Selain itu, mangga bebas lemak, bebas natrium, dan bebas kolesterol. Kandungan serat dalam mangga memberikan rasa kenyang; oleh karena itu, jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, mangga justru dapat membantu menjaga berat badan Anda.
Mitos 2: Mangga dapat memicu jerawat
Fakta: Kekurangan vitamin A, antioksidan, dan mineral dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Kekurangan zat-zat tersebut dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak protein keratin (yang berkontribusi pada timbulnya jerawat), sementara mangga mengandung semua nutrisi penting tersebut. Jadi, bersiaplah untuk memiliki kulit yang lebih sehat.
Mitos 3: Mangga tidak cocok untuk penderita diabetes
Fakta: Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi mangga tidak baik bagi penderita diabetes. Faktanya, meskipun mangga adalah buah yang manis, buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah (di bawah 55), sehingga aman dikonsumsi bahkan oleh penderita diabetes. Mengonsumsinya dalam jumlah wajar tidak akan membahayakan. Bahkan, mangga mengandung senyawa yang disebut mangiferin—sebuah antioksidan penting—yang membantu mengatur kadar gula darah dengan cara menurunkannya sedikit.
Mitos 4: Mangga dapat meningkatkan suhu tubuh
Fakta: Jika dikonsumsi secara berlebihan, mangga memang cenderung menimbulkan panas di dalam tubuh. Jadi, mitos ini tidak sepenuhnya salah. Namun, ada cara sederhana dan tradisional untuk mengatasinya: rendamlah mangga di dalam air selama beberapa jam sebelum dikonsumsi. Cara ini dapat mencegah timbulnya panas di dalam tubuh.
Mitos 5: Ibu hamil tidak boleh makan mangga
Fakta: Selama kehamilan, kenaikan berat badan dan diabetes gestasional merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Jika seorang ibu hamil mengalami kondisi tersebut, maka menghindari mangga adalah langkah yang tepat. Namun, jika tidak ada masalah kesehatan seperti itu, mengonsumsi mangga dalam porsi kecil pada siang hari tidaklah menjadi masalah. (nano)














Facebook Comments