Cocok Bagi Penderita Diabetes, Ubi Jalar untuk Mengendalikan Kadar Gula Darah

banner 468x60
Beli ubi jalar dan mulailah mengonsumsinya! (Foto: Shutterstock)

Sukoharjonews.com – Ubi jalar telah dikategorikan sebagai ‘makanan super’ (superfood) oleh American Diabetes Association. Berikut alasan mengapa ubi jalar wajib dimasukkan ke dalam pola makan penderita diabetes.

Dilansir dari Healthshots, Rabu (21/10/2026), kita mungkin sering tanpa sadar menyantap keripik kentang goreng atau kentang goreng (french fries) secara berlebihan, bukan? Kentang memang digemari di seluruh dunia, sehingga sulit untuk menahan diri agar tidak mengonsumsinya! Namun, terlepas dari betapa lezatnya kentang, kandungan pati di dalamnya dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak tidak terkendali jika dikonsumsi secara berlebihan—terutama bagi penderita diabetes tipe 2.

Bukan berarti Anda harus berhenti menikmati olahan kentang sepenuhnya. Bagaimana jika menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat? Di sinilah peran ubi jalar. Makanan super ini dikenal memiliki berbagai manfaat, termasuk membantu pengaturan glukosa atau kadar gula darah. Selain itu, ubi jalar juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit kronis.

Mengapa ubi jalar aman bagi penderita diabetes?
Alasan utama mengapa ubi jalar baik untuk penderita diabetes adalah karena nilai indeks glikemik (GI)-nya yang rendah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan kadar gula darah, sehingga sangat tidak disarankan bagi penderita diabetes tipe 2.

Lebih lanjut, ubi jalar mengandung karotenoid yang disebut beta-karoten, yang merupakan sumber kaya vitamin A. Zat inilah yang memberikan warna oranye cerah pada ubi jalar!

Tidak hanya itu, sayuran ini juga kaya akan vitamin C yang dikenal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, ubi jalar juga kaya akan zat besi, yang membantu sel darah merah memproduksi oksigen dan mengalirkan nutrisi ke seluruh tubuh.

Makanan super ini juga menyediakan protein nabati yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan mendukung penurunan berat badan. Hal ini tentu menjadi kabar baik jika Anda ingin meningkatkan sensitivitas insulin. Terakhir, ubi jalar merupakan sumber serat yang kaya, yang tentu menjadi kabar baik bagi sistem pencernaan Anda!

“Ubi jalar memiliki segalanya—bahkan lebih—yang menjadikannya sebagai “superfood”. Karena kaya akan serat, ubi jalar membantu pengendalian glukosa dengan lebih baik. Ubi jalar juga mengandung vitamin A dan C dalam jumlah tinggi yang membantu melawan peradangan. Namun, ingatlah untuk selalu memperhatikan porsi; hal ini sangatlah penting,” ujar Dr. Lovneet Batra, seorang ahli gizi klinis terkemuka yang berpraktik di Fortis La Femme, Delhi.

Berapa banyak ubi jalar yang boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Meskipun ubi jalar merupakan pilihan yang baik bagi penderita diabetes, perlu diingat bahwa ubi jalar tetap mengandung karbohidrat! Itulah sebabnya mengapa pengaturan porsi sangat penting. Dr. Lovneet menyarankan porsi setengah cangkir ubi jalar, karena jumlah tersebut setara dengan 15 gram karbohidrat.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengonsumsi ubi jalar?
Ada satu hal lagi yang perlu diingat: cara Anda mengonsumsi ubi jalar akan memengaruhi manfaat nutrisinya. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Nutrition and Metabolism” pada Oktober 2011, metode memasak tertentu—seperti memanggang di oven atau memanggang dengan suhu tinggi (roasting)—dapat menghilangkan manfaat nutrisi dari sayuran luar biasa ini, sekaligus meningkatkan indeks glikemik (GI)-nya.

Sebaliknya, menurut studi tersebut, ubi jalar yang direbus memiliki nilai indeks glikemik (GI) paling rendah. Hal ini dikarenakan air rebusan melunakkan pati, sehingga lebih mudah dicerna. Oleh karena itu, mengonsumsi ubi jalar dalam bentuk rebus adalah pilihan terbaik bagi penderita diabetes!

Mungkin terasa membosankan, tetapi Anda bisa meningkatkan cita rasanya dengan menambahkan sedikit kayu manis, bubuk cabai, perasan air lemon, dan lada hitam! Jadi, tunggu apa lagi? Beralihlah ke ubi jalar sekarang dan nikmati berbagai manfaat kesehatannya! (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *