
Sukoharjonews.com – Qualcomm baru saja merilis dua platform seluler kelas atas baru yang akan mentenagai sejumlah ponsel Android paling ambisius yang akan hadir dalam beberapa bulan mendatang. Kenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan saudaranya yang lebih bertenaga, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (29/9/2026), keduanya lebih berfokus pada AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device AI), gaming, dan menjaga performa tetap stabil saat beban kerja tinggi. Chip ini akan mentenagai perangkat seperti Motorola Signature 27, OnePlus 16, dan iQOO 16.
Spesifikasi dan perbedaan utama:
Kedua chip dibangun menggunakan proses 2 nm dan menggunakan arsitektur CPU Oryon kustom dari Qualcomm. Data resmi menunjukkan adanya dua inti Prime yang mampu mencapai kecepatan hingga 5,0 GHz, dipadukan dengan enam inti Performance yang mencapai kecepatan puncak 4,0 GHz. Hal ini menjadikan keduanya sebagai CPU seluler pertama yang menembus angka 5 GHz.
Varian Extreme Gen 6 mencakup semua fitur yang ada pada Gen 6 standar, ditambah dengan pemrosesan AI yang lebih cepat, memori bersama (shared memory) 50% lebih besar (FlexCache), serta fitur gaming yang lebih canggih.
Peningkatan kemampuan kamera juga hadir pada kedua chip ini. Model Extreme mendukung perekaman hingga resolusi 8K pada 60 FPS dan 4K 240 FPS yang sangat mulus, sementara versi standar memiliki batas maksimal di 8K 30 FPS atau “slow-motion” 4K pada 120 FPS.
Tentu saja, salah satu nilai jual utamanya adalah apa yang disebut Qualcomm sebagai *agentic AI*. Kedua platform ini dilengkapi dengan NPU Hexagon yang telah ditingkatkan, menyertakan Element Accelerator baru dan dukungan untuk “context window” hingga 32K. Qualcomm menyatakan bahwa chip ini mampu menjalankan model AI dengan parameter hingga 200 juta (200M).
Versi Extreme melangkah lebih jauh dengan “Sensing Hub” baru yang menggunakan “dual Micro NPU”. Qualcomm mengklaim konfigurasi tersebut memberikan peningkatan performa hingga 85% dan efisiensi 20% lebih baik untuk tugas-tugas seperti memahami pesan, email, dan percakapan sesuai konteksnya.
Sektor gaming juga mendapatkan peningkatan signifikan. Adreno Neural Fusion memanfaatkan AI untuk menyempurnakan pembuatan frame, kualitas gambar, dan visual secara keseluruhan. Cip Extreme ini menambahkan “matrix core” khusus serta memori berkinerja tinggi untuk semakin memaksimalkan peningkatan tersebut.
Keduanya diperkirakan akan bersaing ketat melawan Apple A20 Pro dan MediaTek Dimensity 9600 Pro dalam uji “benchmark”. Bagi pengguna umum, perbedaan paling mencolok kemungkinan akan terlihat pada aktivitas gaming, penggunaan agen AI langsung di perangkat (on-device), dan beban kerja berat yang berkelanjutan, dibandingkan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa. (nano)














Facebook Comments