
Sukoharjonews.com – OBE telah merilis proyektor rumahan baru di China, yaitu R3 Ultra Max. Produk ini kini terdaftar di JD.com dengan harga 3.999 yuan atau Rp10,5 jutaan. Alih-alih hanya berfokus pada peningkatan resolusi, perusahaan merancang model 1080p ini dengan mengutamakan fleksibilitas fisik dan audio terintegrasi, sebagai upaya mengatasi masalah pengaturan umum di ruang keluarga standar.
Spesifikasi OBE R3 Ultra Max
Dilansir dari Gizmochina, Jumat (18/9/2026), R3 Ultra Max dilengkapi dengan gimbal berbentuk Z yang terintegrasi, yang mampu melakukan kemiringan vertikal 120 derajat dan rotasi horizontal 360 derajat. Proyektor ini mendukung proyeksi dari langit-langit, sementara speaker yang terpasang di bagian dasar tetap mempertahankan orientasinya terlepas dari sudut proyeksi yang digunakan.
Untuk layarnya, proyektor ini menggunakan panel LCD resolusi asli 1080p dengan dukungan input 4K, tingkat kecerahan 1.800 lumen CVIA, dan rasio kontras dinamis 40.000:1. Perangkat ini menggunakan panel TCL CSOT berukuran 5 inci, mendukung ukuran proyeksi mulai dari 40 hingga 150 inci, serta memiliki rasio lempar (throw ratio) 1,2:1. OBE juga mencatat tingkat kebisingan operasional di bawah 26dB.
Di sektor audio, R3 Ultra Max mengusung sistem speaker saluran 2.1 yang terdiri dari dua driver frekuensi menengah/tinggi 10W dan sebuah subwoofer khusus 25W. Perangkat ini dilengkapi dengan ruang akustik besar berkapasitas 1.070cc dan mampu menghasilkan frekuensi bass hingga serendah 43Hz. Konfigurasi ini dirancang untuk menyajikan suara yang lebih penuh dan bass yang lebih kuat dibandingkan speaker bawaan standar yang umumnya ditemukan pada kebanyakan proyektor.
Dari segi spesifikasi internal, proyektor ini ditenagai oleh prosesor MediaTek MT9681, RAM 4GB, dan penyimpanan 64GB. Pilihan port yang tersedia tergolong standar untuk perangkat layar generasi terkini, mencakup dua port HDMI 2.1 (salah satunya mendukung eARC untuk soundbar eksternal), satu port USB-A 3.0, dan jack audio 3,5mm. OBE mengklaim latensi input sebesar 3ms, menjadikannya pilihan yang layak untuk aktivitas gaming kasual. Konektivitas nirkabel yang didukung meliputi Wi-Fi 6 dual-band dan Bluetooth 5.2.
Untuk aspek perangkat lunak, proyektor ini menjalankan sistem operasi Super AI OS 2.0 besutan OBE. Antarmukanya mendukung protokol wireless casting standar seperti AirPlay dan Miracast, serta mengintegrasikan model bahasa besar (LLM) Hunyuan milik Tencent untuk fitur pencarian suara dan kueri dasar.
Guna menangani kalibrasi layar, proyektor ini memanfaatkan sensor ToF dan kamera CMOS untuk mengotomatisasi koreksi keystone, pengaturan fokus, penyelarasan layar, dan penghindaran hambatan. (nano)










Facebook Comments