
Sukoharjonews.com – Manfaat kesehatan zaitun mencakup berbagai hal, mulai dari kesehatan jantung yang lebih baik hingga tulang yang lebih kuat. Simak informasi lebih lanjut mengenai buah ini.
Dilansir dari Healthshots, Senin (31/8/2026), meskipun sering kali hanya dianggap sebagai hiasan cantik untuk minuman dan makanan, zaitun memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari itu! Selain memiliki cita rasa yang unik, zaitun juga kaya akan nilai gizi. Zaitun menawarkan banyak manfaat kesehatan karena kaya akan vitamin E dan antioksidan lainnya, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Buah ini juga merupakan sumber vitamin A, tembaga, kalsium, zat besi, serta vitamin E yang baik.
Keunggulan lain dari zaitun adalah kandungan kalorinya yang rendah dan kandungan lemak sehatnya yang tinggi. Inilah sebabnya zaitun sangat baik untuk kesehatan jantung dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Namun, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat. Zaitun dapat disantap secara utuh, diiris, atau dihancurkan, serta digunakan sebagai topping atau bahan dalam berbagai resep masakan.
Apa itu zaitun?
Zaitun adalah buah dari pohon zaitun dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pola makan Mediterania. Buah ini dapat ditambahkan ke dalam hidangan pasta, salad, sandwich, atau tumisan. Zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat serta merupakan sumber serat dan vitamin E yang baik. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Nutritional Science”, zaitun juga mengandung berbagai fitokimia—senyawa kimia yang dihasilkan oleh tanaman, termasuk hidroksitirosol—yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Terdapat beragam jenis zaitun yang tersedia di pasaran. Sekitar 150 jenis zaitun dibudidayakan untuk dikonsumsi. Setiap jenis zaitun memiliki cita rasa dan manfaat tersendiri. Zaitun hijau diketahui memiliki kandungan natrium yang lebih tinggi dibandingkan dengan zaitun hitam. Buah zaitun juga tinggi kalori, lemak, dan vitamin E.
Kandungan Gizi Zaitun
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), 100 g buah zaitun mengandung nutrisi berikut:
– Air 80 g
– Energi 116 kkal
– Protein 0,84 g
– Lemak 10,9 g
– Karbohidrat 0,64 g
– Serat 1,6 g
– Kalsium 88 mg
– Zat besi 6,28 mg
Manfaat kesehatan zaitun
Mulai dari menyantap buahnya hingga mengonsumsi minyaknya, ada banyak cara untuk memanfaatkan zaitun! Zaitun sangat bergizi dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.
1. Kaya akan antioksidan
Antioksidan berperan penting dalam mencegah penyakit kronis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam *Journal of Plant Physiology* menunjukkan bahwa zaitun dapat meningkatkan kadar glutathione dalam darah. Glutathione merupakan salah satu antioksidan paling penting di dalam tubuh kita. Antioksidan yang terkandung dalam zaitun juga membantu melawan peradangan di dalam tubuh.
2. Mendukung kesehatan jantung
Mengonsumsi zaitun setiap hari dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat karena konsumsi berlebihan bisa berbahaya. Zaitun mengandung asam oleat—sejenis asam lemak—yang dapat meningkatkan kesehatan jantung. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Biomolecules”, kandungan ini membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali dan melindungi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dari oksidasi.
3. Memperkuat tulang
Manfaat kesehatan buah zaitun mencakup kemampuannya dalam mencegah osteoporosis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “International Journal of Environmental Research and Public Health” menyatakan bahwa mengonsumsi buah zaitun dan minyak zaitun dapat meningkatkan kesehatan tulang, karena keduanya secara signifikan membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang dan kekuatan biomekanik tulang. Kandungan polifenol dalam buah zaitun membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, serta dapat menurunkan risiko patah tulang.
4. Berpotensi mencegah kanker
Konsumsi buah zaitun dan minyak zaitun dikaitkan dengan pencegahan jenis kanker tertentu berkat kandungan antioksidan dan asam oleat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “PLOS ONE” mengaitkan konsumsi minyak zaitun dengan penurunan risiko kanker sebesar 31%. Asam oleat dapat menghambat siklus hidup sel kanker yang mungkin terdapat pada payudara, usus besar, maupun lambung. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
5. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan penyakit terkait otak
Kandungan oleokantal dalam buah zaitun dan minyak zaitun juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer dan penyakit otak lainnya. Senyawa ini membantu membersihkan plak amiloid-beta—yang dapat mengganggu fungsi sel dan memicu degenerasi—dari otak. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “International Journal of Molecular Sciences” menunjukkan bahwa senyawa fenolik dalam buah zaitun dapat mengurangi risiko gangguan kognitif ringan.
6. Berpotensi mencegah diabetes
Terdapat hubungan antara konsumsi minyak zaitun dan pencegahan diabetes tipe 2 melalui kemampuannya membantu tubuh mengatur kadar glukosa. Kadar glukosa yang tidak terkendali dapat memicu diabetes tipe 2, dan buah zaitun dapat membantu mengaturnya berkat kandungan lemak tak jenuh tunggal. Lemak ini membantu tubuh memproses gula dari makanan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Nutrition & Diabetes”.
7. Membantu meningkatkan kesehatan kulit
Sifat antioksidan, vitamin, dan antibakteri pada minyak zaitun menjadikannya bermanfaat bagi kulit, sebagaimana dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan di “Nutrients”. Minyak zaitun membantu mengatasi penuaan dini, melembapkan kulit, serta memperbaiki kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis. Minyak zaitun dapat digunakan sebagai pelembap, eksfoliator, pembersih riasan mata, masker wajah, perawatan kerutan, dan minyak untuk bekas luka. Namun, produk ini mungkin tidak cocok untuk semua orang dan dapat menyebabkan iritasi kulit atau penyumbatan pori-pori pada sebagian orang. Penting untuk menggunakan minyak zaitun bersertifikat yang berkualitas tinggi dan melakukan uji coba pada sebagian kecil kulit sebelum menggunakannya secara luas.
Efek samping buah zaitun
Meskipun buah zaitun memiliki banyak manfaat, buah ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar. Konsumsi yang terkontrol penting dilakukan karena kandungan natriumnya yang tinggi. Penderita tekanan darah tinggi harus sangat berhati-hati terkait hal ini. Selain itu, buah zaitun mungkin mengandung sedikit logam berat dan senyawa bernama akrilamida, yang saat ini sedang diteliti kemungkinan kaitannya dengan jenis kanker tertentu. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan mengenai hal ini. Anda juga mungkin memiliki alergi terhadap buah zaitun; jika demikian, mengonsumsinya dapat menyebabkan gatal-gatal, biduran, serta kesulitan menelan dan bernapas.
Berapa banyak buah zaitun yang sebaiknya dikonsumsi dalam sehari?
Penting untuk membatasi asupan buah zaitun karena buah ini juga tinggi lemak. Mengonsumsi 16–24 buah zaitun berukuran kecil hingga sedang dalam sehari sudah cukup, dan sebaiknya tidak melebihi jumlah tersebut. Buah ini bisa dikonsumsi kapan saja, namun waktu terbaik untuk menyantapnya adalah tepat sebelum tidur. Buah zaitun juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.
Bagaimana cara mengonsumsi buah zaitun?
Buah zaitun segar dapat dikonsumsi setelah direndam dalam air untuk mengurangi rasa pahitnya. Selain itu, buah zaitun bisa direndam dalam campuran berbagai herba, rempah-rempah, dan bahan lainnya untuk menambah cita rasa pada hidangan. Bahan perendam yang umum digunakan antara lain bawang putih, lemon, rosemary, dan cabai.
Buah zaitun juga bisa diisi dengan berbagai bahan, seperti keju, ikan teri, atau almond, untuk menambah tekstur. Buah ini dapat diolah dengan berbagai cara, seperti dipanggang di oven, dibakar, atau ditumis. Buah zaitun merupakan tambahan yang lezat untuk salad, pasta, dan pizza.
Ringkasan
Buah zaitun merupakan tambahan yang sangat baik untuk pola makan dan bermanfaat bagi kesehatan kita. Manfaat kesehatan buah zaitun meliputi kemampuannya dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu penurunan berat badan, mencegah jenis kanker tertentu, memperkuat tulang, serta mencegah penyakit degeneratif otak. Namun, karena kandungan natriumnya yang tinggi, buah ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar. (nano)














Facebook Comments