
Sukoharjonews.com – Berikut ini adalah penjelasan terkait keutamaan membaca hamdalah dan tahlil. Panjatan puji merupakan salah satu keharusan bagi kita selaku hamba Allah Swt atas anugerah berupa nikmat rezeki dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Karena dengan memuji Allah berarti kita telah melakukan satu bentuk syukur yang itu telah Allah Swt perintahkan di dalam Al-Qur`an surat Ibrahim ayat 7;
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya; “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim ayat 7).
Dan lazim diketahui bahwa ungkapan syukur seseorang biasanya akan diawali dengan syukur melalui lisan dengan membaca hamdalah, karena dg hamdalah berarti kita sudah melakukan minimalnya ungkapan syukur.
Saking berfaedah bacaan hamdalah ini sampai-sampai Rasulullah Saw melanggengkan setiap seusai sholat lima waktu untuk membaca dzikir hamdalah. Tak hanya itu bahkan para ulama ketika memulai menulis karya kitab selalu memulai dengan ungkapan Alhamdulillah.
Selain bacaan hamdalah, juga ada bacaan yang memiliki faedah serta keutamaan besar yaitu bacaan tahlil La ilaha illallah. Bahkan disabdakan oleh Rasulullah Saw.
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang pada akhir ucapannya Laa Ilaaha Illallah, ia masuk Surga”. ( HR. Thabrani)
Lalu apa sih keutamaan hamdalah dan tahlil, dan mana yang lebih utama. Berikut penjelasannya.
Keutamaan Membaca Hamdalah dan Tahlil
Dikutip dari kitab Jawahirul Lu’luiyah fi Syarh Arba`in Nawawiyah karya Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Jurdaniy. Bahwa ulama berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama antara keduanya.
فذهب جمع إلى الأول، واحتجوا بقوله صلى الله عليه وسلم: “من قال لا إله إلا الله كتب له عشرون حسنة، وحط عنه عشرون سيئة، و من قال الحمد لله رب العالمين كتب له ثلاثون حسنة، ، وحط عنه ثلاثون سيئة.
Artinya; “Berpendapat sekelompok ulama bahwa yang lebih utama adalah yang pertama (hamdalah), mereka berargumen dengan sabda Rasulullah Saw;
“Barangsiapa yang membaca Lā Ilāha illallāh maka dicatat baginya dua puluh kebaikan, dan dihapuskan duapuluh keburukan, dan barangsiapa yang membaca Alhamdulillahi Rabbil `alamīn, maka dicatat baginya tiga puluh kebaikan, dan dihapuskan tiga puluh keburukan,”. (HR. An-Nasai).
Dari keterangan di atas dapat dipahami secara jelas bahwa membaca hamdalah lebih utama dari bacaan tahlil.
Sedangkan sekelompok ulama yang lain berpendapat bahwa yang lebih utama adalah bacaan tahlil.
فذهب جمع إلى الثاني، واحتجوا بقوله صلى الله عليه وسلم: “مفاتح الجنة لا إله إلا الله”، واختار هذا ابن عطية، واستدل له بقوله بقوله صلى الله عليه وسلم: ” أفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له”.
Artinya; “Berpendapat sekelompok ulama kepada yang kedua (tahlil), dan mereka berargumen dengan sabda Rasulullah Saw; ‘kunci surge adalah Lā Ilāha illallāh’. Dan inilah pendapat yang dipilih Ibnu `Athiyyah dan beliau berdalil dengan sabda Nabi, ‘Paling utamanya yang mana aku dan nabi sebelumku membacanya adalah Lā Ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lahu’.”
Dari keterangan kedua ini dapat dipahami bahwa yang lebih utama adalah bacaan tahlil. Maka alangkah lebih baiknya adalah kita sama-sama membaca keduanya. Karena keduanya memiliki keutamaan yang saling melengkapi.
Demikian penjelasan mengenai pendapat ulama tentang keutamaan hamdalah dan tahlil. Semoga bermanfaat, Wallahu a`lam. (nano)














Facebook Comments