
Sukoharjonews.com – DJI telah merilis sistem parasut mandiri pertamanya yang dirancang khusus untuk penggunaan perusahaan. Parasut AP100 dibuat untuk drone Matrice 400 yang tangguh, bertujuan untuk secara signifikan mengurangi risiko jika terjadi kesalahan di tengah penerbangan dengan memungkinkan penurunan yang terkontrol dan aman.
Dilansir dari Gizmochina, Rabu (15/7/2026), hal ini sangat penting karena semakin banyak bisnis menggunakan drone berat seperti Matrice 400 untuk inspeksi, keselamatan publik, survei, dan pengiriman kargo di daerah padat penduduk atau sensitif. Drone sebesar ini yang membawa muatan berat dapat menyebabkan kerusakan serius jika jatuh tanpa terkendali. AP100 memberi operator opsi pemulihan yang andal yang telah mereka minta.
Sistem ini relatif ringan, sekitar 935 gram (termasuk braket) dan tidak secara signifikan memengaruhi berat lepas landas maksimum Matrice 400 sebesar 15,8 kg. Sistem ini hanya mengurangi waktu terbang sekitar enam menit bahkan saat terisi penuh. Sistem ini ringkas, tahan cuaca (IP55), dan dapat beroperasi pada suhu dari -20°C hingga 50°C dan pada ketinggian hingga 4.500 meter.
Yang menonjol adalah seberapa cepat reaksinya. DJI mengatakan sistem ini dapat mendeteksi masalah, memutus daya motor melalui Sistem Penghentian Penerbangan independen, dan sepenuhnya membuka parasut dalam waktu kurang dari 600 milidetik. Setelah dibuka (dari ketinggian 30 meter atau lebih dalam kondisi tenang), sistem ini memperlambat drone hingga kurang dari 5 m/s, sangat mengurangi kemungkinan kerusakan atau cedera serius.
Parasut memiliki pengontrol penerbangan independennya sendiri, daya cadangan yang bertahan hingga satu jam, dan sistem cerdas untuk menghindari pembukaan yang tidak perlu. Setelah mendarat, drone ini bahkan memicu alarm suara dan visual untuk membantu pemulihan. Anda dapat mengganti baterai tanpa melepas parasut, dan drone ini pas dengan rapi di dalam tas jinjing standar.
Salah satu keuntungan terbesar adalah bahwa memasangkan AP100 dengan Matrice 400 membantu memenuhi peraturan Eropa yang ketat (EASA C5/C6) dan standar UK CAA. Ini dapat membuka lebih banyak kemungkinan untuk terbang di atas daerah berpenduduk dan operasi di luar jangkauan pandangan visual (BVLOS).
Dengan harga sekitar USD1.050 atau Rp18,9 jutaan, ini merupakan investasi yang relatif kecil mengingat betapa mahalnya Matrice 400 itu sendiri (seringkali lebih dari USD10.000). Drone ini tersedia melalui distributor DJI Enterprise. (nano)













Facebook Comments