
Sukoharjonews.com – Setelah peluncuran awal di Tiongkok, Gmktec mulai menyediakan mini PC Evo-X3 secara global mulai 6 Juli. Perusahaan memposisikan perangkat ini sebagai workstation AI, terutama karena konfigurasi prosesor dan memorinya, yang ditujukan untuk pengembang dan profesional yang perlu menjalankan model bahasa besar (LLM) dan tugas komputasi berat lainnya secara lokal.
Spesifikasi Gmktec Evo-X3
Dilansir dari Gizmochina, Rabu (8/7/2026), di dalam sasis logam terdapat prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395. Chip ini memiliki 16 inti dan 32 thread yang dibangun dengan proses 4nm, dengan kecepatan boost clock maksimum 5,1GHz. Untuk grafis, ia menggunakan Radeon 8060S terintegrasi, yang memiliki 40 unit komputasi berdasarkan arsitektur RDNA 3.5. Sistem ini juga mencakup NPU AMD XDNA 2 yang memberikan kinerja 50 TOPS, sehingga total kinerja AI sistem mencapai 126 TOPS.
Evo-X3 hadir standar dengan memori onboard LPDDR5X 128GB yang berjalan pada 8000 MT/s. Karena menggunakan arsitektur memori terpadu, pengguna dapat mengalokasikan hingga 96GB RAM sistem tersebut langsung ke GPU. Hal ini memungkinkan komputer untuk memuat model AI yang lebih besar secara lokal, tugas yang biasanya membutuhkan kartu grafis diskrit dengan kapasitas VRAM tinggi.
Penyimpanan ditangani oleh SSD NVMe PCIe 4.0, dengan opsi 2TB atau 4TB langsung dari pabrik. Sistem ini memiliki dua slot M.2 2280, mendukung kapasitas penyimpanan internal maksimum 16TB jika pengguna memutuskan untuk melakukan upgrade di kemudian hari.
Menjalankan beban kerja berkelanjutan dalam faktor bentuk kecil membutuhkan manajemen daya khusus. Gmktec menyertakan tiga profil daya: mode senyap 54W, mode seimbang 85W, dan mode performa 120W, dengan daya puncak mencapai 140W. Untuk mengelola termal, perangkat ini menggunakan sistem pendingin kipas ganda dengan tiga pipa panas.
Pilihan port mencakup persyaratan workstation standar. Panel belakang dilengkapi dengan satu port USB4 (yang mendukung input daya 100W dan output tampilan 4K), port HDMI 2.1, jack Ethernet 2.5G, dan port USB-A 3.2 Gen 2.
Termasuk juga port OCuLink untuk menghubungkan GPU eksternal, meskipun tidak mendukung hot-plugging. Untuk konektivitas nirkabel, sistem ini menggunakan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.
Harga dan Ketersediaan
Evo-X3 akan tersedia secara global mulai 6 Juli 2026. Konfigurasi dasar dengan memori 128GB dan SSD 2TB berharga USD3.600 atau Rp64,7 jutaan. Versi penyimpanan 4TB dihargai USD3.849 atau Rp69,2 jutaan. Kedua model dikirimkan dengan Windows 11 Pro. (nano)















Facebook Comments