
Sukoharjonews.com (Makkah) — Setelah puncak haji 2026 selesai, Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf langsung menggelar rapat evaluasi pelaksanaan layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Rapat dilaksanakan di Daker Makkah setelah fase Mina dinyatakan selesai atau Mina clear.
Menhaj meminta seluruh jajaran penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan Armuzna, mulai dari pergerakan jemaah, layanan tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga tata kelola mabit di Muzdalifah dan pelaksanaan murur.
“Berakhirnya fase Mina bukan berarti tugas kita selesai. Justru saat inilah seluruh catatan lapangan harus dihimpun dan dievaluasi secara menyeluruh agar menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan,” tegas Menhaj, dilansir dari laman Kemenhaj, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan haji 2026 secara umum berjalan dengan baik dan terkendali. Namun demikian, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi terhadap berbagai masukan dari jemaah, petugas, DPR RI, maupun pemangku kepentingan lainnya demi meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Menhaj menegaskan evaluasi tahun ini akan dilakukan lebih awal karena Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan garis waktu awal penyelenggaraan haji 2027 kepada Indonesia. Dengan demikian, proses perencanaan, pengadaan layanan, dan penyempurnaan tata kelola dapat dilakukan lebih matang dan terukur.
“Kita ingin seluruh pengalaman lapangan tahun ini menjadi pelajaran berharga. Evaluasi harus dilakukan sejak dini agar layanan haji 2027 semakin tertata, semakin ramah lansia, lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah, serta mampu menghadirkan ibadah yang aman, nyaman, dan membahagiakan,” ujar Menhaj.
Rapat evaluasi juga membahas kesiapan memasuki fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air yang dimulai pada 1 Juni 2026. Menhaj meminta seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tetap menjaga kualitas layanan, khususnya pendampingan bagi jemaah yang masih menyelesaikan tawaf ifadah, jemaah lanjut usia, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Menutup rapat, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan selama fase Armuzna serta kepada seluruh petugas yang telah bekerja penuh dedikasi dalam melayani jemaah di tengah tingginya mobilitas dan kepadatan selama puncak ibadah haji.
“Terima kasih kepada seluruh jemaah dan petugas haji Indonesia. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan pelayanan yang diberikan selama Armuzna menjadi modal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia pada masa yang akan datang,” tambahnya. (nano)















Facebook Comments