
Sukoharjonews.com (Temanggung) — Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan regenerasi petani dan melakukan inovasi sektor pertanian.
Regenerasi petani merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan, dan menjaga ketahanan pangan yang lebih kuat. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno di Kabupaten Temanggung, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Minggu (26/4/2026).
Sumarno mengapresiasi konsistensi petani milenial dan para alumni pelatihan pertanian, yang terus berkontribusi nyata di lapangan, sekaligus mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kontribusi nyata di lapangan. Yang lebih penting, bagaimana teman-teman ini mampu mendorong anak-anak muda untuk mau bertani,” ujarnya.
Sekda menyebut, saat ini Jawa Tengah memiliki sekitar 630 ribu petani milenial. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan regenerasi petani, mengingat mayoritas petani saat ini berada pada rentang usia 40 hingga 60 tahun.
“Regenerasi ini menjadi kunci. Dengan sumber daya manusia (SDM) baru yang lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi, kita optimistis pertanian akan semakin efisien dan produktif,” kata Sumarno.
Dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, Pemprov Jawa Tengah juga tengah memperkuat kebijakan perlindungan lahan pertanian, melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Kebijakan itu untuk memastikan lahan pertanian tetap terjaga, dan tidak mudah beralih fungsi. Ke depan, lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pertanian akan dilindungi secara ketat.
“Kami sedang berproses bersama kabupaten/kota untuk memastikan lahan pertanian terlindungi. Ini penting agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga,” jelasnya.
Selain itu, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pemprov Jateng mendorong peningkatan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya daerah tangkapan air yang berperan penting dalam sistem pertanian.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyampaikan, program swasembada pangan 2026 sejalan dengan visi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Target luas tanam padi pada 2026 ditetapkan mencapai 2,38 juta hektare, dengan realisasi hingga saat ini sebesar 683.782 hektare.
“Setiap hari, penambahan tanam mencapai rata-rata 7.000 hingga 8.000 hektare” ujarnya.
Dikatakan, produksi padi hingga Mei 2026 diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton gabah kering giling (GKG), dari target total 10,55 juta ton GKG.
Selain padi, berbagai komoditas lain juga terus didorong. Produksi cabai tercatat 80.892 ton, bawang merah 144.705 ton, serta daging sapi 245.747 ton.
“Jawa Tengah juga menjadi kontributor utama produksi bawang putih nasional dengan capaian 63,9 persen,” ucapnya. (nano)















Facebook Comments