
Sukoharjonews.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengukuhkan Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam bidang Ilmu Linguistik Umum, Prof Dewi Kusumaningsih, Selasa (31/3/2026). Pengukuhan dilakukan di Auditorium saat Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Univet Bantara, ProfFarida Nugrahani dalam sambutan sekaligus laporan kinerja menyampaikan jabatan akademik, termasuk guru besar, bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk berkarya dan memberi manfaat. Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan posisi yang diraih sebagai tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata, menjadi teladan, serta menginspirasi mahasiswa dan masyarakat.
“Semangat pengabdian dan keteladanan jauh lebih penting dibanding sekadar pencapaian jabatan formal,” ujarnya.
Prof Farida juga mneyampaikan pentingnya kontribusi kolektif seluruh elemen kampus dalam membangun institusi melalui gagasan kreatif, inovasi, serta aksi nyata dalam pengembangan kebijakan kampus.
Menurutnya, Univet Bantara menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi akademik maupun kelembagaan. Sejumlah program studi telah meraih akreditasi baik sekali, serta posisi institusi yang terus menguat di tingkat Asia dan nasional.
“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Prestasi mahasiswa juga menjadi sorotan, mulai dari program pertukaran pelajar ke Jepang, juara lomba tari tradisional internasional, hingga raihan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Menurut Farida, hal ini membuktikan Univet tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam pengembangan bakat dan minat mahasiswa.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Univet terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen serta percepatan sertifikasi. Selain itu, berbagai inovasi turut dikembangkan, salah satunya produksi podcast berbahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus media edukasi.
Disisi lain, dalam orasi ilmiahnya, Prof Dewi Kusumaningsih mengangkat judul “Integrasi Linguistik dalam Artificial Intelligence (AI): Paradigma Linguistik sebagai Proteksi Eksploitasi Seksual dalam Lagu Dangdut Indonesia.” Ia menuturkan penelitian tersebut memadukan ilmu linguistik dengan teknologi kecerdasan buatan untuk memproteksi konten vulgar di media digital.
“Saya menemukan perpaduan antara linguistik dan artificial intelligence yang dapat membantu masyarakat, orang tua, serta pemangku kebijakan dalam memproteksi konten vulgar maupun pornografi, khususnya yang muncul melalui lagu dangdut di media sosial,” tuturnya.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang bisa diakses masyarakat luas. “Harapannya, penelitian ini dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi yang bisa digunakan secara aktif untuk melindungi masyarakat dari eksploitasi di media sosial,” ujarnya.
“Sebagai profesor, saya memiliki tanggung jawab untuk mengasah, mengasihi, dan membina para akademisi muda agar terus berkembang,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Bambang Margono, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemajuan institusi. Ia menyampaikan perkembangan teknologi perlu direspons secara adaptif agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan kinerja organisasi.
“Teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana strategis dalam mempercepat pencapaian tujuan institusi,” kata Bambang.
Bambang juga mengajak seluruh pihak menjaga kebersamaan serta meningkatkan kontribusi positif bagi kemajuan institusi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dan berharap seluruh program dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain itu, Bambang juga berharap momen pengukuhan guru besar tersebut akan memotivasi 44 doktor lainnya untuk menyusul Prof Dewi sebagai guru besar selanjutnya. (nano)















Facebook Comments