
Sukoharjonews.com (Trenggalek) – Bencana longsor menutup Ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo tepatnya di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Setelah dilakukan penanganan intensif oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, akses jalan kini menunggu rekomendasi terkait dengan keselamatan untuk dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan.
Longsor terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB setelah wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Material longsoran berupa batu berukuran besar dari tebing menutup seluruh badan jalan sehingga sempat memutus akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody, dikutip dari laman Kementerian PU, Minggu (8/3/2026).
Merespons kejadian tersebut, BBPJN Jawa Timur–Bali melalui tim PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur segera menurunkan personel dan alat berat untuk melakukan pembersihan material longsor. Penanganan difokuskan pada pemecahan batu berukuran besar yang memiliki estimasi volume sekitar 68 meter kubik.
Dalam proses penanganan, tim menerjunkan empat unit alat berat yang terdiri dari satu unit breaker, dua unit ekskavator, dan satu unit loader. Material batu besar terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker, kemudian serpihannya diangkat dan dipindahkan menggunakan ekskavator dan loader untuk membuka badan jalan.
Kepala BBPJN Jatim Bali Javid Hurriyanto menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan karena masih terdapat potensi guguran batu dari tebing di sekitar lokasi.
“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pemecahan batu besar terlebih dahulu menggunakan breaker. Setelah material terpecah, baru dilakukan pengangkutan agar badan jalan bisa segera dibuka,” ujar Javid.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, struktur tembok penahan tanah di lokasi longsor dipastikan tidak mengalami kerusakan struktural akibat pergerakan tanah. Kerusakan yang terjadi hanya berupa retakan akibat benturan material batu.
Berkat percepatan penanganan yang dilakukan selama dua hari, akses jalan pada Ruas Trenggalek–Ponorogo kini sudah dapat dilalui secara terbatas. Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati saat melintas mengingat proses pembersihan dan pengamanan lereng masih terus dilakukan.
Selama masa penanganan berlangsung, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BPBD Trenggalek, TRC-PB Multisektor, TNI, POLRI, serta masyarakat setempat untuk melakukan asesmen lokasi dan pengaturan lalu lintas, termasuk menyiapkan jalur alternatif bagi pengguna jalan.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus menjaga konektivitas jaringan jalan nasional serta memastikan penanganan cepat terhadap setiap gangguan infrastruktur akibat bencana, sehingga mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal. (nano)















Facebook Comments