
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Rencana ekspor beras oleh Perum Bulog ke Arab Saudi semakin dekat. Bulog pun aktif memperkenalkan sekaligus menawarkan produk beras unggulannya kepada para importir Arab Saudi.
Langkah strategis ini dilakukan dalam forum Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, tidak hanya memaparkan keunggulan produk, tetapi juga mengajak para importir mencicipi langsung nasi yang dimasak dari beras Indonesia.
Para peserta bahkan diminta membandingkannya dengan beras dari negara lain. Hasilnya, Beras Bulog memperoleh respons yang sangat positif. Para importir menilai beras asal Indonesia memiliki tekstur pulen, aroma yang harum, serta cita rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen Arab Saudi.
Antusiasme tersebut menjadi sinyal kuat terbukanya peluang ekspor beras Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan jemaah Haji dan Umrah. Dalam pemaparannya, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa beras super premium Bulog berasal dari gabah segar hasil panen petani Indonesia.
Proses produksinya menggunakan Rice Milling Unit (RMU) modern dengan standar mutu tinggi. Kualitasnya dijaga melalui kadar air yang terkontrol, tingkat butir pecah yang rendah, serta telah melewati uji laboratorium dan memenuhi standar ekspor.
“Alhamdulillah hari ini kami berada di KJRI Jeddah dalam rangka sosialisasi sekaligus menawarkan Beras Bulog untuk kebutuhan Haji 2026.
“Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, dikutip dari laman KabarBUMN, Selasa (17/2/2026).
Ia menegaskan optimismenya bahwa para importir di Makkah, Madinah, dan Jeddah mampu menyerap beras BULOG dalam volume yang signifikan.
“Ini merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila Beras BULOG dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji.
“Harapan kami, langkah ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia sekaligus memperkuat posisi produk pangan nasional di pasar internasional,” tambahnya.
Keterlibatan Bulog dalam forum bisnis tersebut sekaligus menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait ekspor beras.
Hal ini didukung kondisi stok nasional yang kuat dan stabil. Ke depan, Bulog menargetkan penguatan kemitraan strategis bersama importir Arab Saudi guna memastikan pasokan beras berkualitas tinggi yang berkelanjutan serta kompetitif di pasar internasional. (nano)















Facebook Comments